Web TV , a Media Battle has just begun!

Ada yg pernah membayangkan bahwa TV ke depan adalah ‘hanya’ browser yg dijalankan di satu kotak hitam yang terkoneksi ke power dan network? Saat ini hal itu sudah menjadi kenyataan . Televisi sekarang benar-benar merupakan browser yang dapat mengakses ke ribuan channel yang kemudian bisa Anda tonton .

Baru-baru ini , BBC meluncurkan arsip brilian pertunjukkan televisi yang menyiarkan kota London . Arsip video tersebut merupakan arsip yang harus Anda lihat . Terutama bagi warga Inggris, yang tinggal di ibu kota ataupun di pinggiran . Di dalamnya ada banyak sekali arsip video yang dihasilkan di era 40-an ataupun 50-an, hasil dari dokumentasi Clive James, Kenneth Williams, Jools Holland, dan Sir John Betjman. Video tertua adalah rekaman dari 7 Juni 1946 , saat BBC kembali siaran setelah Perang Dunia II . Sehari kemudian , BBC merekam parade kemenangan setahun setelah konflik berakhir. Kemudian , beberapa bulan setelahnya , kamera berhasil meng-capture Remembrance Sunday .

Membayangkan , apabila semua institusi kemudian menyiarkan video-video arsip yang dimilikinya, maka kita pengguna internet, benar-benar akan menikmati siaran yang penting tentang arsip sejarah untuk bisa dikaji , kemudian semangatnya kembali dikobarkan . Semuanya dimungkinkan dengan internet sebagai sarananya.

Advertisements

Membuat Web Galeri Video

Pas ikut Pelatihan & Simulasi Pengadaan Barang dan Jasa yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung, tiba-tiba muncul pikiran untuk membuat web galeri video. Rekues-nya lumayan cukup lama, kebetulan saja,pada saat merancangkan situs layanan IT di ITB muncul ide-ide untuk menampilkan video sebagai basis penyebaran informasi.

Beberapa CMS memang telah mengikutsertakan fitur multimedia, salah satunya video. Tapi dengan menggunakan CMS tersebut, fleksibilitasnya sedikit berkurang. Terutama untuk membangun aplikasi yang simpel seperti galeri video ini. Pada saat itu, terpikirkannya web galeri video yang saya buat, bisa diintegrasikan dengan CMS apapun termasuk wordpress, joomla, serta moodle. Alhasil, setelah satu hari satu malam berkutat dengan HTML editor, Database, serta googling sana-sini, fitur sederhana web galeri video ini telah menampakkan hasilnya.

Pengembangan web galeri video ini salah satunya adalah semakin banyaknya video baik hasil downloadan ataupun hasil rekaman sendiri yang mulai memenuhi hardisk. Selain dari banyak rekues untuk membangun repository video yang bisa ditampilkan. Harapannya saat galeri video ini jadi, barangkali kapasitas hardisk di laptopku sedikit akan berkurang.

Bentuk video yang dipilih adalah flash video (flv). Konverter ke format tersebut tersedia cukup banyak. Saya memilih tool editing video : Any Video Converter. Tool freeware yang cukup tangguh untuk mengedit beragam format video.

Langkah yang perlu dilakukan untuk membaut web galeri ini adalah menyiapkan environment aplikasinya, merancangkan database, membuat form, serta membuat tampilan/display galerinya.

Untuk menyiapkannya, corat-coret pun kemudian dibuat untuk mendeskripsikan apa yang perlu untuk ditambahkan pada galeri video tersebut. Kemudian merancangkan database. Selesai kemudian database di-deploy dengan menggunakan phpMyAdmin. Selanjutnya adalah merancangkan form-nya. Kesalahan kecil saat membuat forum input dengan type file, menyebabkan kesel cukup lama. Setelah diutak-atik, akhirnya form jadi. dicoba untuk mengupload flv, berhasil.

Langkah terakhir adalah menyiapkan display atau tampilan. Dengan mengacu pada html video flash hasil dari output Macromedia Flash, dibuatkanlah script untuk menampilkan flv. Hasilnya gagal total. Dilakukan berulang-ulang, videonya tidak bisa muncul. Googling sana-sini, serta ‘sourcing’ web yang ada videonya, mulai ada titik terang. Videonya muncul dengan menu mediaplayer yang menarik.

Ditinggalkan jalan-jalan bersama keluarga, pas dibuka kembali pekerjaan sebelumnya eh ngga muncul lagi. Ternyata source mediaplayer sebagai kontainer flv dari situs eksternalnya tidak bisa dibuka. Alhasil, akhirnya dicarilah sebuah kontainer yang bisa jalan secara lokal. Bayangkan apabila source kontainer tsb pake dari luar, berapa jalur uplink yang dibutuhkan. Mendingan diikutsertakan diaplikasinya saja, sehinggal tidak perlu akses internet.

Lucky me, ada FlowPlayer. sebuat tool kontainer flash GPL yang bisa kita unduh kemudian kita gunakan sebagai tempat flash video dimunculkan di web. Setelah FlowPlayer digunakan, maka aplikasi web video gallery siap untuk dideploy. Theme website ITB yang dikembangkan tim webmaster, kemudian diintegrasikan dengan web video galeri ini.