IT Green Campus – Kampus Hijau berbasis IT

Tadi pagi ada acara di Comlabs, mulai pukul 08:30,  seminar mengenai IT Green Campus. Mungkin acaranya terinspirasi konsep go green yg saat ini diusung terutama berkaitan dengan sustainable energy atau juga penghematan yang perlu untuk digiatkan terutama oleh kalangan sivitas kampus.

Bagi Comlabs sendiri, jargon go green sudah bukan hanya istilah, tetap menjadi visi yang harus segera diimplementasikan. Hal tersebut sudah diterapkan jauh-jauh hari. Mulai dengan mengganti secara bertahap monitor CRT (cathode ray tube) yang boros listrik dengan monitor LCD. Selain mengganti juga, comlabs juga turut mengkampanyekan penggantian CRT ini. lebih dari 75% monitor CRT telah bisa digantikan.

Selain itu, optimisasi server-server juga diterapkan dengan jalan melakukan virtualisasi terhadap sistem-sistem yang dijalankan. Dari 20 buah server yang dulu digunakan saat ini sudah berkurang 50%-nya. Dengan daya komputer yang powernya sangat besar, konsep virtualisasi ini tentu saja akan mengurangi penggunaan daya listrik. Saat ini dan kedepannya, konsep virtualisasi berbasis KVM akan terus dikembangkan dan diteliti. Supaya cukup 1 atau 2 buah server saja lah yg sanggup untuk mengoperasikan beragam sistem yang dibutuhkan.

Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terhadap koneksitas, serta mengurangi ketergantungan terhadap akses PC di Akses Publik, sejak awal tahun 2011, tim infrastruktur ITB serta admin Comlabs berjibaku membangun wifi area dengan kapasitas concurrent user 200 koneksi di lingkungan gedung comlabs serta disekitar oktagon dan TVST. Dengan ketersediaan akses point wireless ini diharapkan, penggunaan laptop, netbook, dan gadget lainnya bisa lebih optimal. Sehingga jumlah PC yang digunakan untuk akses bisa berkurang.

Program go green tersebut kemudian dikembangkan lanjut pada aktivitas akademik Praktikum Pengantar Teknologi Informasi. Saat ini dengan memadukan konsep e-learning, Praktikum PTI telah sukses menyelenggarakan kegiatan praktikum komputer secara digital. Modul dan bahan praktikum semuanya disediakan secara online melalui sistem e-learning. Mahasiswa pun mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas praktikum menggunakan media file yang diuploadkan ke sistem LMS secara online. Penghematan biaya operasional untuk cetak modul serta penggunaan kertas dapat dikurang sampai 75%. Ini menjadi model dari konsep go green yang diusung di Institut Teknologi Bandung.

Demikian pula dengan lampu penerangan di sekitar gedung comlabs, gedung PLN, oktagon dan TVST semuanya menggunakan lampu sel surya. Sehingga benar-benar mengurangi emisi serta penggunaan energi listrik.

Kurang lebihnya, memang masih banyak yang masih perlu untuk dibenahi. Tetapi langkah-langkah yang dituliskan diatas adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta perlunya untuk menghemat energi dan bahan bakar yang digunakan.  Semoga saja dengan semakin banyak dan optimalnya pemanfaatan IT di kampus ini bisa menjadi bentuk nyata penerapan pembangunan yang semakin ramah lingkungan.

Advertisements

Penerapan ICT di Kampus

kalau ini, sebenarnya tulisan ringan saja mengingat dalam kurun waktu seminggu terakhir ini ada banyak rekan-rekan provider yang menyelenggarakan event dan memberikan pencerahan mengenai ICT di lingkungan kampus.

Berkaitan dengan penerapan ICT ini, saya melihat perlu adanya analisis stakeholder pengguna. Saya sebut di sini, stakeholdernya adalah institusi, unit-unitnya, dosen, dan mahasiswanya,  pemerintah, serta masyarakat. Masing-masing pengguna ini memiliki definitif peran dan kebutuhan yang kemudian bisa kita buatkan petanya.

Barang kebutuhan teknologi informasi dapat dikategorisasi sebagai berikut :

  1. software dan 
  2. hardware.

Saya kemudian bagi menjadi

  1. Infrastruktur
  2. Sistem dan Aplikasi
  3. Helpdesk bidang IT

Dari sana kemudian bisa dipetakan ke kebutuhan sumber daya pada institusi tersebut meliputi core business institusi pendidikan:

  1. Pendidikan
  2. Penelitian
  3. Pengabdian Masyarakat/Pengembangan Komunitas

Ditambah dengan sumber daya pendukung

  1. Human Resource
  2. Facilities
  3. Finance

Dilengkapi dengan

  1. Procurement
  2. Asset

Diintegrasikan dalam suatu proses

  1. Perencanaan

Peranan teknologi informasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Transformation Tool
  2. Enabler
  3. Supporting media

Di sini perlu dibuatkan suatu kesepakatan positioning teknologi tersebut, sehingga dampak penerapan TIK ini bisa maksimal. Apabila tidak, maka TIK hanya akan menjadi pajangan, hiasan, yang kadang malah menjadi beban. Tetapi sebaliknya apabila positioning TIK tepat, maka institusi akan memiliki kesempatan untuk scale up, meningkatkan jangkauan pengaruhnya secara global.

Perlu ditekankan disini mengenai pendefinisian TIK sebagai alat atau sebagai tujuan. Sepengetahuan saya, TIK adalah alat atau kendaraan. Dalam hal ini, institusi seharusnya memiliki tujuan yang benar-benar definitif untuk penerapan TIK ini di kampusnya. Untuk itu, perlu untuk benar-benar dikaji dan dianalisa dampak yang ingin dicapai dengan tool ini, serta alokasi anggaran yang bisa disiapkan sehingga teknologi ini bisa tepat guna dan tepat sasaran.