Moodle Multitenancy untuk Pengelolaan LMS Skala Besar

Pengelolaan learning management system (LMS) untuk skala besar

Misalkan untuk membuka beberapa program studi atau pusat pendidikan (pusdik) dengan modus pendidikan jarak jauh (PJJ) dibutuhkan penerapan sistem pengelolaan pembelajaran untuk mendukung program tersebut.

Saat ini institusi kami menggunakan Moodle sebagai platform LMS .

Kemudahan untuk menambahkan dan mengurangkan peserta sistem , pengelolaan . meliputi

  1. Instal tambahan plugin memberikan dampak ke semua situs
  2. Bila ada perubahan kode program yang diterapkan dapat digunakan pada seluruh situs moodle

Solusi yang Diusulkan

Solusi yang dilakukan adalah menggunakan pendekatan Moodle Multi site yang dikenalan dengan Multi tenancy.

Multitenancy didefinisikan sebagai pengembangan Moodle untuk LMS skala enterprise dengan memperluas kemampuannya dengan memberikan fitur administrasi untuk setup tenant berupa departemen, unit, program studi, sehingga masing-masing tenant dapat mengelola pembelajarannya masing-masing. Sistem tersebut berjalan pada sistem terpadu dengan memanfaatkan server yang ada.  

Dalam satu server , beroperasi aplikasi LMS Moodle sama  dengan domain/sub domain berbeda, database berbeda, serta moodledata yang berbeda-beda.

  1. zlms.ariefbb.com/app
  2. ylms.ariefbb.com/app
  3. xlms.ariefbb.com/app

Setting sub domain seperti tercantum pada daftar di atas di atur melalui DNS server . Modifikasi yang perlu kita lakukan adalah pada

  1. config.php di folder LMS moodle
  2. Membuat file konfigurasi untuk setting setiap tenant

Setelah config.php kita modifkasi untuk membaca file konfigurasi  masing-masng tenant maka kemudian kita dengan mudah dapat memenuhi permintaan dari unit atau bagian institusi kita tanpa perlu untuk melakukan penambahan infrastruktur.

Proses yang dilakukan

Dengan melakukan setting LMS Moodle multitenancy ini , setiap permintaan setup LMS Moodle dari unit kerja , sekolah /fakultas, program studi dapat dilayani dengan

  1. Create domain atau sub domain sesuai permintaan, tambahkan setting di virtual host server
  2. Setup database baru, lakukan transfer database template ke database baru
  3. Buat folder moodle data dan Copy File moodle data template ke file moodledata baru
  4. Buat file konfigurasi moodle baru , tuliskan setting wwwroot, dbhost, dbname, dbpass, folder data pada konfigurasi moodle baru tersebut
  5. Akses moodle baru dari browser

Setelah tahapan tersebut di lakukan , kita dapat memperoleh moodle multisite / multitenancy sesuai dengan yang diharapkan.

Bacaan lebih lanjut dapat membaca artikel-artikel sebagai berikut

  1. https://moodle.org/mod/forum/discuss.php?d=269387
  2. http://www.moodlenews.com/2015/moodle-multi-tenancy-extended-enterprise/
  3. https://docs.moodle.org/dev/Multitenant_support

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s