eLearning sebagai Wujud Pemberdayaan ICT (information-communication-technology)

Berkaitan dengan ICT ,  ada tiga kata yang menyusunnya yaitu : information-communication-technology. Secara bebas , ketiganya dapat di artikan sebagai berikut. Information merupakan gambaran sesuatu yang bisa membuat menjadi terang benderang. Tadinya mau saya katakan pengetahuan. Tapi teringat bahwa informasi merupakan kumpulan data yang tersirat ataupun tersurat , sedangkan pengetahuan merupakan kumpulan informasi. Communication merupakan interaksi antara orang dengan orang, atau orang dengan kelompok orang. Technology adalah alat atau perangkat yang digunakan. Gabungan ketiga kata di atas membuat ICT bisa diartikan sebagai teknologi digunakan untuk mengkomunikasikan informasi. 

Penerapan ICT ini memerlukan perancangan dampak / outcome yang diharapkan. Tanpa perancangan dampak / outcome akan membuat penerapan teknologi ini menjadi pemborosan dan pembiayaan bagi personal atau secara institusional. Dengan menyusun poin-poin dampak atau outcome maka pemanfaatan ICT dapat mentransformasikan personal atau institusional menjadi bentuk baru yang lebih baik, eskalasi dan akselerasi lebih cepat, cakupan skala yang lebih besar, serta pembiayaan yang efektif . Memikirkan dampak pemanfaatan ICT ini perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan menetapkan kriteria kinerja teknologi yang didefinisikan maka dapat dimonitor pemanfaatan teknologi, juga dapat dibuat rancangan pemberdayaannya untuk mendukung fungsi-fungsi yang ada baik personal maupun institusional. 

Teknologi hanya semata menjadi media / wadah. Dengan penggunaan yang tepat, teknologi dapat mendukung tercapainya visi dan misi baik individu maupun institusi dalam format sebagai tool transformasi, tool enabler, dan tool supporting . Level atau tingkatan pemanfaatan tersebut ditentukan dari perancangan tadi . Termasuk diantaranya adalah pemberdayaan eLearning sebagai wujud pemanfaatan teknologi dalam mentransformasi, meng-enable-kan, atau men-support fungsi-fungsi pendidikan dan pembelajaran. 

Perancangan yang baik haruslah memperhatikan kondisi eksisting, kondisi hasil(output dan outcome), serta hasil-hasil/kriteria antara yang diinginkan. Pada saat dilakukan evaluasi dan  muncul gap terhadap kriteria tersebut, maka bisa dilakukan iterasi atau pengulangan berupa re-design yang bisa meminimalkan gap tersebut. 

Mudah-mudahan kita adalah insan yang selalu merencanakan dan merancangkan dampak dari penggunaan teknologi yang sekarang kita manfaatkan untuk mentransformasikan diri kita atau institusi kita menjadi bentuk yang sesuai dengan pengharapan .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s