Menambah Fungsionalitas LMS dengan Add-on Plugins

Pada saat LMS sudah berjalan , disetel pada suatu lingkungan server yang handal dan teroptimasi dengan baik seringkali muncul kebutuhan tambahan untuk meningkatkan kinerja atau menambah fungsionalitas LMS . Tentu saja kebutuhan tadi memerlukan pertimbangan dari tim pengelola LMS supaya tambahan tadi tidak mengganggu atau mengurangi kinerja sesuai standar yang ditetapkan. 

LMS Moodle merupakan software sistem yang dirancang untuk ekstentabilitas dan fleksibilitas yang tinggi. Rancangan tersebut memungkinkan modul software ditambahkan pada sistem inti Moodle. Modul tersebut bisa diperoleh dari hasil download dari situs moodle ataupun bisa dari hasil pengembangan internal . 

Tipe modul add-on untuk LMS Moodle terbagi menjadi tiga : activities add-on, block, dan filter. Add-on tersebut dapat diakses pada bagian ‘Administration’ > ‘Plugins’ . Daftar add-on yang secara default sudah disetel pada saat instalasi dapat kita lihat di bagian ‘plugins overview’.

Menambahkan Fungsionalitas LMS

Pada saat diputuskan untuk menambah fungsionalitas LMS , kemudian kita harus mencari modul yang akan ditambahkan tersebut atau mengembangkan sendiri . Ketika modul sudah ditemukan , langkah selanjutnya adalah men-setup modul tersebut ke sistem LMS yang sedang berjalan . 

LMS Moodle menyediakan perkakas untuk setup module add-on yaitu menu ‘install add-on’ yang pada menu ‘Administration | plugins’ . Perkakas tersebut memiliki fitur yang lengkap untuk meng-uploadkan modul, kemudian memeriksa kompatibilitas modul dengan sistem eksisting, serta melakukan proses instalasi . 

Modul tadi yang sudah kita siapkan, cukup kita upload-kan pada form yang tersedia di menu ‘install add-on’ ini , kemudian kita isi beberapa kolom wajib yang ada di sana. Bila sudah selesai , kemudian kita ikuti langkah-langkah instalasi. Langkah tersebut cukup sederhana untuk diikuti. Dalam jangka waktu yang singkat , modul siap untuk disajikan pada halaman course. 

Selain untuk tiga tipe add-on di atas , menu ‘install add-on’ ini juga dapat digunakan untuk setup themes pada Moodle . Kalau bisa disebut , tool ini adalah ‘swiss knife’ untuk admin Moodle dalam mengelola penambahan atau pengurangan modul-modul di LMS Moodle. 

Bila proses setup selesai, lakukan langkah testing. Langkah ini sangat diperlukan untuk melihat fungsionalitas dari add-on yang kita tambahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s