Single ID untuk Single Autentikasi atau Single Sign On pada Moodle dan Multiaplikasi IS

Konon ada perusahaan yang akan menerapkan e-learning. Kendala yang dihadapinya selain dari ketersediaan infrastruktur , juga membayangkan repotnya apabila aplikasi yang dibuat harus autentikasi dulu . Untuk autentikasi minimal user harus memasukkan kunci lewat (passkey) atau kunci kata (password).

Autentikasi penting karena user yang akses tercatat dalam sistem . Untuk sistem e-learning di perusahaan atau e-training, dengan autentikasi maka akan diperoleh data historis pembelajaran user (learning history) .

Salah satu pilihan sistem LMS untuk e-learning di perusahaan adalah Moodle . Kapabilitas Moodle spesifik untuk elearning mencakup upload konten, interaksi peserta ajar, serta asesmen (kuis, upload tugas online) sudah matang untuk dapat menjadi gerbong/platform e-learning di perusahaan.

Saat setup Moodle , perlu kita pertimbangkan koneksitasnya/keterkaitannya dengan aplikasi IS (information system) lainnya. Terutama , perusahaan biasanya memiliki sistem perencanaan karir pegawai , sistem penilaian kinerja, atau barangkali HR Information System. Apabila tersedia sistem tersebut maka perlu dikaji kemungkinan-kemungkinan integrasi dengan sistem e-Training atau e-Learning yang diimplementasikan.

Kajian penting untuk dilakukan adalah dalam hal kebijakan IT di perusahaan . Kajian spesifik adalah pada ijin / permission dari data user bisa digunakan untuk aplikasi e-Learning. Apabila ijin tersebut dimungkinkan maka aplikasi e-learning dapat diintegrasikan dengan sistem aplikasi lain.

Strategi implementasi single autentikasi atau single sign on yang bisa diterapkan , serta sudah dikembangkan antara lain :

  1. LDAP ,
  2. active directory ,
  3. db auth,
  4. text auth
  5. session passing
  6. pluggable authentication machine (PAM)

Penulis saat ini sudah menerapkan LDAP/active directory, db auth, dan session passing untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi ini dengan moodle sebagai aplikasi e-learning .

Keuntungan yang diperoleh dengan integrasi ini adalah

  1. registrasi terintegrasi dengan registrasi HRIS atau aplikasi lain ,
  2. login dan password single ,
  3. single user profile ,
  4. seamless , aplikasi bisa saling berpindah dengan passing session

Kendala yang sering dihadapi

  1. kebijakan IT di institusi
  2. potensi down di auth machine dapat membuat aplikasi e-learning tidak bisa diakses

Dengan penerapan single autentikasi atau single sign on ini , maka diharapkan user memperoleh kemudahan-kemudahan sehingga e-learning di perusahaan bisa diterapkan dengan lancar.

 

Referensi

  1. Mengimplementasikan SSO untuk Aplikasi e-learning
  2. Single Sign On – wikipedia 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s