E-learning Korporat untuk Mendukung Evolusi "HR" Sebagai Pengusung Konsep Baru Peran SDM di Masa Mendatang

Mengutip diskusi dengan rekan-rekan di suatu perusahaan pada saat memaparkan rencana pengembangan e-learning di institusinya, satu hal yang sampai saat ini terngiang di telinga adalah komponen manajemen yang meliputi lima (5) M : Man, Material, Machine, Method, dan Money. Man sengaja saya tuliskan di poin paling depan mengingat sangat pentingnya membangun ‘man’ atau manusia ini untuk mencapai visi dan misi perusahaan.

Terkait itu, Kompas Klasika Sabtu ini memuat tulisan Raymond Hadisubrata mengenai Evolusi “HR”. Dalam tulisannya tersebut disampaikan mengenai konsep baru peran SDM di masa mendatang. Beliau menuliskan Konsep Baru yang dituliskan oleh Dave Ulrich dalam bukunya : HR Champions dan Tomorrow’s HR Management. Dalam buku tersebut dituliskan mengenai dua konsep yang meredefinisi peran HR dan paradigma tentang pengelolaan SDM pada saat ini. Peran tersebut antara lain:

  1. Departemen SDM harus memainkan empat peran yakni : strategic partner, administrative expert, employee champion, dan change agent.
  2. Pengelolaan SDM adalah urusan semua pimpinan, khususnya manajer lini.

Dalam konsep pertama, departemen SDM sangat penting untuk memainkan peran-peran yang strategis dalam pertumbuhan bisnis perusahaan. Dalam konsep kedua, pengelolaan SDM bukan menjadi tanggung jawab departemen SDM tetapi juga menjadi tanggung jawab manajer lini sebagai orang yang paling mengerti tentang unit kerjanya. Pengelolaan SDM yang kemudian ada di departemen SDM dan lini produk menjadikan pengembangan SDM menjadi komponen inti untuk mendukung pengembangan organisasi. Dengan pengelolaan SDM yang baik akan mendatangkan manfaat yang lebih kepada institusinya dan bukan hanya mendapatkan keteraturan saja.

Diterjemahkan dalam konsep e-learning, Evolusi “HR” dalam melakukan transformasi di bidang pengembangan sumber daya manusia ini seiring dengan tren perkembangan teknologi yang dapat dijadikan alat transformasi. Bentuk riilnya adalah dengan melakukan analisa kebutuhan terhadap pengembangan SDM itu sendiri. Analisa tersebut dapat terwujud dengan sistem E-learning. Assessment untuk analisa kebutuhan ini bisa dilakukan dengan menggunakan media sistem e-learning; Learning Management System (LMS) dapat diprogram untuk memuat soal assessment dan mempublikasikannya kepada participant. Dengan kemampuan assessment online ini, hasil yang diperoleh akan lebih cepat. Kemudian pegawai pun tidak perlu report untuk datang, hanya untuk melakukan assessment. Hasil analisa kemudian bisa dijadikan sebagai landasan untuk membuat program “HR” yang lebih tajam untuk memenuhi peranannya sebagai strategic partner.

Selain itu, data-data yang diperoleh bisa untuk perapian administrasi pegawai. Dengan ditunjang HRMIS (HR Management Information System) maka data-data pegawai dapat lebih rinci. Sehingga “HR” dalam hal ini benar2 merepresentasikan peran sebagai administrative expert. Di sisi lain, dengan ketersediaan informasi pegawai, maka peran employee champion serta change agent untuk perusahaan dapat dengan mudah dilakukan.

Dengan kata lain, E-learning Korporat bisa dijadikan sebagai alat transformasi untuk perusahaan, dan juga bisa dijadikan sebagai media untuk mentransformasi “HR”-nya itu sendiri. Selamat berevolusi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s