Tinjauan mengenai Aplikasi Learning Management System

Sekian banyak penggiat e-learning pada awalnya menerapkan e-learning dengan fokus pada teknologi. Representasinya adalah pada aplikasi learning management system. Di ITB, penulis terlibat di pengembangan aplikasi OLsys atau disebut dengan open learning system. Aplikasi LMS dengan mempelajari fitur-fitur pada Webct Blackboard. Sebelum kemudian migrasi ke aplikasi opensource Moodle. Setelah sekian lama, penulis menyadari betul bahwa teknologi adalah salah satu faktor dari penerapan e-learning. Berikut adalah beberapa tinjauan yang dilakukan penulis terhadap aplikasi LMS sebagai bagian sisi teknologi penerapan e-learning dengan merangkum dari berbagai acuan referensi.

Faktor kekuatan aplikasi Learning Management System

  • Kehadiran dan Akseptabilitas
  • Menyediakan sistem terpusat dan terkelola untuk training online dan offline
  • Kemampuan integrasi dengan HR-MS/IS
  • Sistem Pelaporan yang lengkap
  • Kinerja yang baik untuk pengaturan kursus, penyampaian dan penelusuran pembelajaran formal
  • Kemampuan untuk mengelola kompetensi dan pengelolaan talent

Faktor kelemahan aplikasi Learning Management System

  • Fokus pada pengendalian dan pengelolaan, bukan pada pengalaman belajar
  • Belum web2.0 ready, dan menawarkan cara akses yang kadaluarsa
  • Fokus pada pembelajaran formal yang dipaksakan kepada siswa
  • Tidak adanya standar yang mengatur pengembangan LMS
  • Keselurahan pengalaman customer dengan LMS ini tidak selalu konsisten

Faktor Potensi dan Peluang aplikasi Learning Management System

  • Menciptakan lingkungan berpusat pada pembelajar (learner-centric) dibandingkan dengan sistem penyampaian kuliah terpusat, melalui pembelajaran sosial dan informal
  • Memberikan fungsionalitas pengelolaan talent dalam kontek pembelajaran formal dan informal

Faktor Ancaman aplikasi Learning Management System

  • Seiring dengan peningkatan fragmentasi pasar, semakin banyak sistem LMS menjadi tidak selaras dengan tuntutan sehingga menciptakan disonansi tingkat yang lebih tinggi dengan LMS
  • Software social networking dapat memperluas untuk mengambil alih fungsionalitas LMS serta menjadi kompetitor LMS itu sendiri

Rincian dari masing-masing faktor akan penulis sampaikan lebih lanjut pada kesempatan berikutnya.

-sumber : upsidelearning.com, wikipedia.org, moodle.org-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s