Membuat Rancangan Konten yang ‘Reusable’

E-learning identik dengan ketersediaan konten yang bisa digunakan oleh seorang user untuk belajar. Bayangan atau ekspektasi user mengenai konten e-learning antara lain, bahwa konten harus tersedia pada saat dibutuhkan (just-in-time), cocok dengan cara saya belajar (just-for-me), tersedia setiap saat, bisa diakses darimana saja, kapan saja (24/7), interaktif, streaming, real-time, asinkronus, mengena (pervasive), memotivasi, emosional, kolaboratif, multimedia, rich media, terlibat, strategik, memberdayakan, skalabel, konsisten, efisien, cost-effective.

Untuk memulai konten e-learning maka perlu untuk didefinisikan kebutuhan user. Kemudian menelisik konten apa saja yang sudah ada serta apakah perlu konten tersebut diintegrasikan menjadi satu paket konten. Komponen konten disebut dengan aset konten terdiri dari format file digital seperti file presentasi, still image, audio, video, dilengkapi dengan narasi. Bahan tersebut, baik yang sudah ada ataupun tidak, selanjutnya diintegrasikan dengan acuan rancangan pembelajaran.

Siklus konten e-learning dapat digambarkan sebagai berikut. Konten e-learning dirancang kemudian di-refurbished menggunakan tool authoring. Tool ini digunakan untuk merakit komponen-komponen pembelajaran, menjadi paket pembelajaran yang kemudian diuploadkan ke LMS. LMS adalah aplikasi e-learning yang disetup pada suatu server untuk mengelola konten belajar dan aktivitas pembelajaran. Sekaligus LMS berperan sebagai media antar-muka dengan user. User dapat mencari bahan pembelajarannya dari katalog belajar yang disediakan, kemudian mengakses ke bahan ajar tersebut. Sistem kemudian dapat menelurusi pembelajaran yang dijalankan oleh user, meng-asses user, serta menentukan kriteria kesuksesan pembelajaran.

Rancangan konten e-learning yang baik adalah memperhatikan ekspektasi user e-learning serta dapat mendefinisikan standar kriteria kesuksesan pembelajaran dengan menggunakan media e-learning. Peranan seorang subject matter expert (SME), instructional designer (ID), serta multimedia designer (MD) sangat penting di sini. SME menentukan topik serta standar kesuksesan pembelajaran. ID membuat rancangan alur pembelajaran. serta MD menerjemahkan alur pembelajaran menjadi paket konten e-learning yang usable dan accesible.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s