Digital Shifting : Digital Natives & Digital Immigrants

Mencermati perkembangan generasi sekarang, kemudian diskusi panjang dengan salah seorang tetua di comlabs, akhirnya mengerucutlah suatu simpulan bahwa terjadi generation shifting digitally.. (diterjemahkan dlm bahasa Indonesia : pergeseran generasi secara digital). Diskusi ini mengemuka berawal dari yang disampaikan oleh apa yg disampaikan seorang pj elearning pada saat mengamati tatacara kami rapat. Kondisi rapat yang dilakukan adalah masing-masing kami pegang laptop terkoneksi ke wifi, rapat dipandu pimpinan rapat dengan serangkaian subjek yg harus dibahas. sambil mendengarkan dan menyampaikan usulan, masing-masing kami mengakses ke facebook, yahoo messenger, browser, kolaborasi dan lainnya. Alhasil semua yg hadir menjalankan rapat dengan multitasking dan multifocus.  Beliau secara eksplisit menyampaikan bhw era sekarang memang berbeda. Dulu, dalam pertemuan, peserta mengikuti rapat dari awal smp akhir, mendengarkan dengan fokus, mencatat dan lainnya. Sekarang peserta mengikuti rapat dari awal smp akhir, mendengarkan dengan multifokus, mencatat, tapi juga berkomunikasi dengan org lain.

Jadi persoalankah? Kata beliau, kalau dulu cukup dipersoalkan, apabila ada orang yg berbicara kemudian yang diajak bicara mengerjakan pekerjaan lain. sekarang, era sudah berbeda, banyak orang yg menerima, pada saat ia berbicara, audiens-nya mengerjakan sesuatu dilaptop atau gadget-nya masing-masing.

Saya mengamati pergeseran perilaku yang terjadi dewasa ini terutama saat berinteraksi dengan rekan dari mahasiswa dampak dari perkembangan digital. Pergeseran tersebut banyak juga diamati oleh pemerhati pendidikan dengan munculnya beragam jurnal dan tulisan terkait dengan digital shifting ini. Kenapa mempelajari pergeseran ini menjadi penting? Karena ada kaitan besar dengan pola pembelajaran e-learning. Istilah yang kemudian populer adalah digital natives dan digital immigrants.

Digital natives adalah setiap orang yang memandang bahwa komputer, internet, gadget, adalah hal yang ‘biasa’. yaitu orang-orang yang dilahirkan dengan keberlimpahan perangkat digital. Mereka hadir pada saat komputer sudah biasa, internet ada, dan gadget juga sudah banyak. Keberlimpahan ini membuatnya berpikir bahwa semua perangkat digital itu memang sudah ‘sewajarnya’ ada. Mereka merasa aneh kalau perangkat itu tidak ada. Sama anehnya saat di kelas praktikum, mereka menemukan monitor CRT, padahal yg mereka ‘biasa’ pakai adalah monitor plasma, LCD, LED. Sehingga yang terlontar dari mulut mungil mereka adalah kenapa harus monitor ‘cembung’, kenapa tidak diganti oleh ‘Macbook’ aja?

Digital immigrants adalah setiap orang yang memandang bhw komputer, internet, gadget, adalah hal yang baru. Untuk menjadi ‘biasa’ maka butuh untuk ‘belajar lebih dulu’ dan tentu saja butuh waktu. sementara kesibukannya sehari-hari membuatnya sulit meluangkan waktu tersebut. Sementara posisi umat digital immigrants ini umumnya adalah senior-senior yang menjadi pakar di masing-masing bidang keilmuannya. Serta harus mentransfer pengetahuan tersebut kepada umat digital native yang disebutkan di atas.

Bagi digital natives, e-learning adalah sesuatu yang ‘biasa’. Interaksi dan komunikasi menggunakan gadget melalui internet bukanlah hal yang sulit. Setiap saat sampai sebelum tidurnya mereka masih sempatkan untuk posting status atau komentar di social media yang dimilikinya. Namun bagi digital immigrants, e-learning adalah sesuatu yang baru, dan harus belajar menggunakannya.

Di sini, diperlukan suatu jembatan yang dapat menjadi penghubung antara digital natives dan digital immigrants. Sehingga keduanya bisa bertemu dan berinteraksi dalam satu format pembelajaran. Peranan tersebut harus diambil oleh institusi melalui lembaga pengembangan pembelajaran yang dimilikinya. Sehingga maksud pembelajaran tetap dapat dicapai dengan menggunakan ‘e’ (e-learning) atau tidak menggunakan ‘e’ (learning).

 

(Pasirjati Timur, 23 Juli 2010 : 06:35)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s