Menjajal Moodle 2.0 Pre-Release

Bagi pengembang dan pengelola e-learning berbasis Moodle, sampai detik ini terjadi perbincangan yang cukup intens mengenai topik rilis Moodle 2.0 yang targetnya adalah di bulan Juli 2010. Setelah mengamati cukup lama juga, baru hari ini, saya bisa mengujicobakan Moodle 2.0 pada XAMPP 1.7.3. Selama hampir seminggu kemarin, karena perjalanan yang harus dilakukan, membuat saya tidak bisa meluangkan waktu untuk testing rilis Moodle 2.0 ini.

Setelah sukses download source-nya dari situsnya, di tahap persiapan, jalankan xampp. kemudian buatkan sebuah folder di webfolder. source tersebut kemudian diekstrak di webfolder. Setelah sukses proses ekstraksinya, lakukan langkah instalasi dengan mengakses alamat webfolder dari url pada browser. Beberapa muka baru tahapan install bisa dilihat di versi Moodle jenis ini. Beberapa kesukaran yang ditemukan pada versi 1.9 sudah hilang. Sekali proses install, Moodle versi ini bisa sukses diinstallkan di XAMPP tanpa ada masalah termasuk Instalasi, Path, Database Driver, Server checks, dan lainnya (hemm, entah dulu saya sudah re-config XAMPP-nya ya.). Proses instalasi membutuhkan waktu 10’ dari mulai ekstrak sampai dengan sistem online.

Fitur-fitur yang bisa ditemukan di Moodle 2.0 Pre-Release ini antara lain, [1]Web API yaitu sistem eternal mengirim dan menerima dari Moodle untuk pengembangan lanjut. [2] Repository Plugins, sistem untuk mengelola penyimpanan file yang digunakan oleh Moodle, meliputi Local files – files yang dibagi antar kelas, Gogle docs, YouTube, Flickr – mengingat akun flickr, plus pencarian akun lain, Amazons3, Wikipedia, box.net, Webdav – linking file secara langsung ke drive yang dibagi. [3] Text Editor baru, TinyMCE3 menjadi ujung tombak text editor Moodle. (cantik sekali editor-nya dengan fitur yang lebih lengkap dibandingkan versi older); Linking to files & pictures -also can linking to flickr, wikipedia etc. copies into moodle (not a link); YouTube; Tabel yang lebih dinamik dan aksesibel. [4] Portfolio, mengirimkan pekerjaan ke portfolio online, bisa google docs, atau mahara, dan [5] completion tracking (sesuatu yang saya idamkan), [6] gradebook, [7] Blogs, [8] Quiz, [9] Wiki, [10].

Alhasil, Moodle 2.0 memang menjanjikan. Saya belum tes di server yang sesungguhnya untuk menguji aksesibilitasnya. Membayangkan moodle yang ringan untuk diakses. Kalau ini benar bisa berjalan, maka cukuplah Moodle untuk situs e-learning yang kita gunakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s