Empat Tipe Orientasi Pembelajar

Dasar Pemilihan Format E-learning yang Cocok Digunakan Berdasarkan Orientasi Pembelajaran Masing-masing Siswa

Beberapa minggu ini, kami tim e-learning di Institut Teknologi Bandung sedang disibukkan dengan penyiapan format pembelajaran dengan integrasi antara pola blendedlearning dengan school on internet. Dari hasil masukan pada saat mengisi acara training dan seminar, akhirnya sampai pada simpulan bahwa perlu dicari landasan pokok pemilihan format e-learning yang representatif digunakan kepada setiap siswa. Mengingat bahwa masing-masing orang adalah ‘unik’. Memiliki karakteristik sendiri dalam hal pembelajaran. Apabila masing-masing pengampu mata pelajaran memahami hal tersebut, maka bisa jadi akan mendukung proses pembelajaran yang dijalankan secara elektronik.

Ada empat orientasi pembelajaran, mengacu pada tulisan Merriam dan Caffarella, 1991:138). Masing-masing adalah Behaviourist, Cognitivist, Humanist, serta Social and Situational.

Secara ringkas akan saya sampaikan keempat orientasi pembelajaran tersebut. Pertama adalah Behaviourist. Tokoh-tokoh yang melatarbelakanginya antara lain, Thorndike, Pavlov, Watson, Guthrie, Hull, Tollman, dan Skinner. Sudut pandang proses pembelajarannya adalah perubahan perilaku. Ceruk pembelajaran adalah stimulus lingkungan eksternal. Tujuan pendidikan adalah menghasilkan perubahan perilaku pada arahan yang diinginkan. Peran pendidik, antaralain menyusun lingkungan untuk mendapatkan respon yang diinginkan bisa meliputi instruksi, bahan, materi, atau juga lingkungan yang memungkinkan siswa untuk berperilaku sesuai dengan tujuan pembelajaran. Manifesto pembelajaran dewasa mencakup objektif perilaku, pendidikan berbasis kompetensi,training dan pengembangan keahlian.

Orientasi pembelajaran kedua adalah Cognitivist. Tokoh-tokoh yang melatarbelakanginya antara lain, Koffka, Kohler, Lewin, Piaget, Ausubel, Bruner Gagne. Sudut pandang pembelajaran adalah internal mental process (insight, pemrosesan informasi, memori, persepsi). Ceruk pembelajaran antara lain internal cognitive struktur. Pengembangan kapasitas dan kemampuan untuk belajar lebih baik. Menstrukturisasi konten aktivitas pembelajaran. Manifesto pembelajaran dewasa : Pengembangan cognitive, Intelligence, learning dan memori sebagai fungsi dari usia, belajar tatacara belajar.

Tipe orientasi belajar yang ketiga adalah Humanist. Tokoh-tokoh pembelajarannya antara lain Maslows, Rogers. Sudut pandang proses pembelajarannya melihat pada tingkah laku personal untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang dimilikinya. Ceruk pembelajarannya ada pada sisi kebutuhan afeksi ddan kognitif. Tujuan pendidikan : menjadi self-actualized, autonomous. Peran pendidik ada pada menjadi fasilitator untuk pengembangan keseluruhan orang. Manifest pembelajaran dewasa adalah Andragogy, self-directed learning.

Terakhir atau keempat, tipe orientasi pembelajaran adalah sosial dan situasional. Tokoh-tokoh di belakangnya antara lain, Bandura, Lave and Wenger, Salomon. Sudut pandang proses pembelajaran ada pada interaksi/observasi dalam kontek sosial, pergerakan dari periphery ke pusat praktik komunitas. Ceruk pembelajaran ada pada pembelajaran adalah relationship antara people dan lingkungannya. Tujuan pendidikan adalah partisipasi penuh di dalam komunitas untuk pratik dan utilisasi sumber daya pembelajaran yang ada. Peran pendidik adalah bekerja untuk men-establish komunitas praktik untuk menjadi tempat berkomunikasi dan dan berpartisipasi. Manifest Pembelajaran dewasa adalah sosialisasi, partisipasi sosial, asosiasi, serta berkomunikasi.

Empat poin orientasi pembelajaran adalah arahan untuk pengembang dalam merekomendasikan aktivitas pembelajaran yang dilakukan dengan media e-learning.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s