Learning Management System, Bahan Materi Workshop

 

Sebelum memasuki bahasan tentang Learning Management System (LMS), sedikitnya perlu untuk disampaikan mengenai latar belakang kebutuhan institusi terhadap sistem tersebut. Untuk kebutuhan pengelolaan pengetahuan (knowledge management), institusi memerlukan perangkat penyimpanan (repository) yang bisa digunakan untuk menyimpan data dan informasi penting mengenai portofolio institusi tersebut. Dengan data yang ada pada repository, maka bisa dilakukan upaya pengembangan serta penelusuran jejak institusi dari awal berdiri sampai dengan masa sekarang. Juga bisa dijadikan sebagai data untuk mengetahui kekayaan yang dimiliki oleh institusi tadi. Dengan mengenal kebutuhan terhadap repository, ini merupakan langkah awal untuk tahu sistem pengelola pembelajaran (Learning Management System, LMS).

Universitas sebagi satu institusi yang menopang tumbuhnya pengetahuan (knowledge), menggunakan sistem yang bisa digunakan untuk menjadi sarana yang membantu proses yang berjalan di institusi tersebut. Sistem ini bisa disebut sistem akademik, mengingat fungsinya yang banyak berkaitan dengan pengelolaan proses akademik, yaitu siswa, dosen, dan kegiatan belajar-mengajar.

Kaitannya dengan LMS, maka sistem ini merupakan perangkat yang menjadi jembatan antara repository pengetahuan dengan sistem akademik. Karena LMS ini adalah sistem yang menghubungkan bahan-bahan yang tersimpan di sistem repository dengan sistem akademik. Sehingga proses yang berjalan secara konvensional tatap-muka bisa ditunjang dengan lms-nya.

Knowledge Management (KM)

Bila diamati, dengan berjalannya usia sebuah institusi seharusnya bisa seiring dengan pertumbuhan portofolio karya segenap komponen yang menjadi bagian dari institusi tersebut. Tentu saja, produk-produk yang bernilai dapat selalu untuk dilihat dan diakses oleh berbagai tingkat generasi. Dan ini hanya bisa dilakukan apabila tersedia perangkat pengarsipan yang baik.

Knowledge Management (KM) merupakan proses yang kontinyu yang melibatkan tiga komponen utama yaitu people, proses, dan technology. Komponen pertama, people merupakan komponen primer. Peranannya adalah sebagai knowledge creator, developer, dan owner. Knowledge yang dimiliki perlu untuk di-share. Dengan sharing tsb, maka knowledge bisa berkembang bahkan bisa menjadi produk yang bernilai. Institusi dalam hal ini herus menyediakan sistem atau perangkat yang berisi proses berupa aturan/kebijakan, taksonomi, serta arsitektur yang memungkin sharing knowledge dapat berjalan dengan optimal. Teknologi kemudian digunakan untuk membuat proses tersebut lebih efektif dan efisien. Dengan komponen-komponen tersebut maka knowledge akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan pertambahan usia institusi.

E-learning dan Knowledge Management

Dengan repository knowledge yang sudah dikembangkan, maka sistem tersebut akan menjadi sarana penting untuk pembelajaran. Sistem repository knowledge adalah sumur dengan salurannya adalah sistem e-learning. Sehingga semua stakeholder bisa menjadi pengguna dan pemanfaat dari knowledge yang dimiliki oleh institusi. Disinilah proses transfer knowledge bisa berjalan.

Antara Website dan Situs Pengelola Pembelajaran

Dengan banyaknya sarana online yang tersedia, masing-masing personal bisa menjadi knowledge creator,developer, dan owner yang kemudian memanfaatkan sarana online tersebut sebagai media peralihan pengetahuan. Namun tentu hal tersebut menjadi kelemahan dari institusi. Mengingat institusi merupakan stakeholder yang paling berkepentingan dengan menginstitusikan knowledge yang ada pada masing-masing orang yang ada di dalamnya.

Sarana online yang saat ini tersedia adalah berbeda dengan situs pembelajaran dalam (1) tujuan, (2) feedback. Sebuah situs pembelajaran haruslah memiliki tujuan untuk bisa membuat pembaca/pengguna situsnya untuk menerima dan menyerap alih pengetahuan dari knowledge creator. untuk mengukurnya maka diperlukan media feedback berupa assessment yang diberikan secara sistematis.

Situs pembelajaran akan menjadi website bilamana tidak memiliki tujuan yang jelas serta ketiadaan feedback di sana.

Pembelajaran berbasis Web

Berkaitan dengan LMS, Sistem pembelajaran berbasis web dipicu dari perkembangan internet yang kemudian menciptakan peluang-peluang serta tantangan bagi segenap guru di semua tingkatan/level. Sistem ini sudah menjadi praktik standar pembelajaran di semua negara di Eropa dan Amerika. Komunitas akademik pun sudah mengadopsi sistem pembelajaran ini dan mengembangkannya dan menjadikannya sebagai metode instruksi yang feasibel untuk diterapkan untuk aktivitas pembelajaran.

LMS adalah sarana untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam hal gaya belajar, sikap, keyakinan, serta pendanaan, dan kemampuan teknis. Selain itu LMS harus mengakomodir kebutuhan interaksi siswa dengan konten/bahan ajar, siswa dengan instruktur, antar siswa, serta siswa dengan interface/browMser.

Tujuan yang ingin dicapai dengan adanya LMS adalah untuk memanfaatkan IT sebagai satu bentuk media pembelajaran serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran yang dilakukan.

Modular Object Oriented Learning Environment (Moodle)

Moodle merupakan LMS yang memenuhi model standar component untuk merepresentasikan model pembelajaran yang terdiri beragam komponen yang mendukungnya. Modul tersebut terdiri dari pengolahan bahan ajar dengan pemanfaatan berangkat tool authoring, tool assembly, serta katalog. Output dari model komponen ini adalah learner profile yaitu karakteristik dari siswa yang turut berperan aktif dalam pembelajaran. Untuk mengetahui lebih lanjut fitur yang diperlukan pada sebuah LMS, maka bisa dilakukan perbandingan antara fitur Moodle dengan situs-situs e-learning yang disediakan dari berbagai vendor.

Sebagai penutup bahasan, Moodle saat ini menjadi satu bentuk LMS yang bisa dimanfaatkan oleh institusi untuk pengembangan pengelolaan pengetahuan dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan knowledge di institusi tersebut.

(Cengkareng, 15-12-2009)

One thought on “Learning Management System, Bahan Materi Workshop

  1. mas arief, saya aryo, yg ikut training moodle di comlab dari indonusa, mo tanya apakah di moodle dapat di atur sedemikian rupa seperti saat dosen login sudah terdapat list kelas dan mahasiswanya, apakah ada cara untuk dapat merealisasikan itu..
    terima kasih atas response dan sharenya
    wassalam
    aryo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s