Open Source Software, Apakah Kita Pendekarnya?

Saat diminta menjadi narasumber untuk pelatihan Free Open Source Software (FOSS) untuk suatu lembaga pemerintahan, saya sempat berpikir sekilas mengenai nasib gerakan OSS ini terutama di negara kita.

OSS adalah kemerdekaan bagi pengembang untuk mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi dirinya dan komunitasnya. Gerakannya murni dibangun dari kesadaran diri bahwa program yang dituliskannya pasti bisa bermanfaat bagi komunitas dan masyarakat umum. Semangatnya adalah untuk berbagi sesuatu yang terbaik untuk masyarakatnya, baik secara sendiri-sendiri ataupun bersama komunitasnya, secara khusus untuk bidang teknologi informasi dan secara umum untuk segenap bidang yang ada di masyarakat.

Kemudian gerakan ini menyempit dari sudut pandang sebagian orang dengan menggembar-gemborkan pengunaan salah satu sistem operasi yang dikembangkannya sebagai bentuk pemberdayaan opensource software. Di satu sisi hal tersebut saya pandang sebagai sisi baik. Yaitu bentuk perhatian dari pemerintah terhadap gerakan komunitas pemberdayaan opensource software. Tapi di sisi lain, saya melihatnya sebagai bentuk pengerdilan gerakan.

Pemberdayaan open source software harus dilandaskan kepada penyadaran, yaitu aktivitas aktif untuk membuat semua orang sadar mengenai kebutuhan penggunaan OSS dalam kehidupannya sehari-hari. Dari landasan tersebut, kemudian dibangun library terpusat yang lengkap (minimal dalam bentuk informasi mengenai library yang ada), selanjutnya memahamkan semua komponen bahwa software ‘hanyalah’ tool atau alat yang bisa kita gunakan menjadi perkakas untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan (baik proprietary ataupun oss), kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan pengajaran yang tepat mengenai pengembangan software khususnya di institusi pendidikan dengan mengedepankan pada tujuan bhw software tersebut bisa digunakan. Terakhir adalah mendukung pengembangan komunitas-komunitas untuk menjadi simpul pemberdayaan oss.

Mengembalikannya ke Universitas

Fokus ke pendidikan menengah & kejuruan menurut saya bukan merupakan langkah tepat pemberdayaan oss. Siswa Sekolah kejuruan, walau dengan segala kemampuan dan kompetensi yang dimilikinya tidak dapat mejadi sumbu pemberdayaan oss. Maka pemberdayaa oss ini harus dikembalikan kepada perguruan tinggi. Berbagai alasan yang bisa saya sebutkan mengenai hal ini, di antaranya adalah penggila oprekan adalah mahasiswa. Dan mahasiswalah yang bisa menggerakkan komunitas. Apabila kalangan mahasiswa ini muncul menjadi pendekar opensource, maka akan hiduplah pergerakan opensource di negeri ini.

Belajar dari Microsoft dan proprietary software vendor Lain

Kenapa harus menutup diri? Pendekar opensource pun harus memiliki mental keterbukaan untuk bisa mengadopsi dan belajar dari pengembang software yang sudah sukses sekelas Microsoft dan proprietary software vendor lain. Untuk bisa terus bertahan hidup, maka ekosistem software harus terus dijaga. Dan langkah terbaiknya adalah meniru langkah Bill Gates dalam mengembangkan Microsoft.

Peran Serta Pemerintah

Kalau program ini ingin sukses, pemerintah harus kembali ke posisi yang benar yaitu sebagai pemangku kebijakan serta  supervisor untuk menjamin kesuksesan keberjalanan programnya. Bagi pemerintah yang harus dilakukan adalah mengeluarkan kebijakan dan aturan yang mendukung pemanfaatan OSS, serta memonitor perkembangannya sehinga perkembangan gerakan OSS ini sesuai dengan rel yang menghantarkannya menuju tujuannya. Kalau perlu, sediakan insentif bagi perusahaan kecil, universitas, perorangan yang sukses mengembangkan, mengimplementasikan software di masing-masing instansinya.

Apabila semuan hal di atas berjalan, seyogyanyalah tiap tahun akan kita jumpai software dan sistem baru opensource yang diperkenalkan oleh anak bangsa ini. Dan sangat mungkin bukan? dengan ribuan program studi komputer dan sistem informasi yang ada di negeri ini…

(AB, Bandung 07 Desember 2009, Workshop Opensource Software di Pemerintahan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s