Cloud OS : Operating System Masa Depan!

Seiring dengan rilisnya Ubuntu 9.10, Windows Se7en, MacOS Leopard, OpenSolaris, dan sebentar lagi Chrome OS, semuanya pasti akan berharap perbaikan fitur fungsional, performa, serta kecepatan dari masing-masing nyawa dari komputer, notebook, laptop, nettop yang jadi alat bantu kita.

Apa untungnya sih bagi kita? Sampai dengan saat ini, sudah berpuluh OS saya oprek ternyata semua OS tersebut konvergen. Sekarang, saya sudah tidak peduli dengan platform operating system apa yang ada di komputer, yang penting semua keperluan saya untuk mengerjakan tugas-tugas saya ada di sana. Bahkan lebih jauh lagi, untuk ke depan, saya sudah tidak akan peduli dengan aplikasi yang ada dalam OS tersebut. Saya hanya cukup memperhatikan apakah komputer saya punya browsernya atau tidak, dan apakah komputer saya terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi atau tidak.

Mengenal Cloud OS

Cloud computing muncul untuk memenuhi kebutuhan user terkait dengan infrastruktur, computer, platform, software. Barangkali, di sisi infrastructure, definisi cloud cukup jelas. Yaitu kita cukup bayar koneksi internet pada saat digunakan. Kita tidak perlu peduli dengan bagaimana vendor pasang kabel fiberoptik, atau menara BTS, dan juga kita tidak perlu punya BTS sendiri, atau pasang kabel sendiri. Yang penting kita punya modem, dan pada saat itu juga bisa konek ke internet. Istilah cloud-nya adalah Infrastructure as a service (IAAS). Demikian juga dengan computer as a service, seringkali kita tidak perlu untuk punya server supaya bisa buat website, cukup hosting saja.. gampang bukan? Istilah cloudnya adalah computer as a service (CAAS).

Cloud OS adalah istilah saya untuk mendefinisikan bahwa saat ini kita tidak perlu peduli dengan sistem operasi dan bayar lisensi. Cukup pake opensource OS sebagai platform dengan browser, dan kita bisa gunakan webOS salah satunya adalah icloud (icloud.com) serta ghostOS (g.ho.st). Cloud OS merupakan sistem operasi yang berjalan di atas platform browser dengan mengabaikan host atau parent OS-nya.

Sebagaimana icloud-OS yang saya Coba

Saya memulainya dengan mencari di internet cloudOS yang ada. Salahsatunya adalah icloud, satu lagi adalah ghostOS (g.ho.st). Keduanya bisa diakses dengan cara kita registrasi terlebih dahulu. Korbankanlah salah satu alamat email yang Anda miliki. Biasanya untuk setiap layanan free berdampak akan banyak email iklan yang masuk ke inbox kita. Setelah selesai registrasi, dan mengklik konfirmasi ke e-mail maka kita bisa login di form login yang tersedia.

icloud memiliki tampilan form login yang cantik. Hampir mirip dengan logon Windows XP. Bedanya adalah icloud berjalan di atas platform firefox browser atau IE.

Setelah login, tampilan pertama adalah bentuk desktop. Pada saat saya view full screen, tampilan icloud sudah serupa dengan desktop yang biasa saya gunakan lengkap dengan widget berupa jam, contact, calendar, serta shortcut icon yang mempercantik tampilan icloud tersebut. Kesan pertama sudah menggoda! Selanjutnya kita lihat dari sisi fitur dan fungsionalnya.

Standar fitur yang saya harapkan dari sebuah sistem operasi adalah : file manager, office, internet, messenger, multimedia.

Saya cek fitur file manager. Nama aplikasi di icloud adalah cloud drive (xios). Jendela yang muncul sangat dikenal karena menyerupai windows explorer. Kapasitas harddisk yang tersedia juga cukup lumayan (3GB). Cukup untuk menyimpan dokumen-dokumen penting yang dibuat dengan menggunakan icloud. Fitur file manager yang tersedia antara lain : buat folder, delete folder, rename. Lumayan juga fitur-fitur tersebut berjalan cukup baik.

Berikutnya adalah aplikasi office. Icloud memilik aplikasi office yang diberi nama Write. Fitur standar untuk membuat dokumen sudah tersedia di sana. Walaupun tidak cukup lengkap kalau dibandingkan dengan openOffice atau Microsoft Office. Tipe penyimpanannya pun hanya mendukung xml yang bisa dibuka di aplikasi openoffice atau Microsoft Office.

Fitur multimedia pada icloud, adalah Movie, dan iPlay. Keduanya dapat memainkan file-file audio dan video. Movie bisa memainkan format video flv yang sudah diupload di youtube. Sedangkan iPlay bisa memainfkan lagu-lagu dengan format mp3, wav.

Untuk berkomunikasi sudah tersedia aplikasi untuk e-mail dan juga messenger. E-mail yang digunakan bisa e-mail eksternal ataupun email bawaan dari icloud-nya sendiri. Keduanya bisa di-setting pada bagian mail. Sedangkan messenger juga sudah tersedia baik menggunakan IM internal ataupun menggunakan account yahoo, AIM, atau lainnya.

Selain itu, icloud juga sudah menyediakan galeri foto yang memiliki fitur-fitur untuk editing photo serta sharing photo dengan pengguna lain serta publik. Galeri photo tersebut ditampilkan di halaman aplikasi. Koneksi dengan flickr memungkinkan kita mencari foto-foto yang tersedia di layanan tersebut. Adapun fitur lainnya merupakan add-ons tambahan saja seperti calendar, jam, dan gadget lain.

Pemakan RAM!

Pada saat saya cek task manager yang ada di komputer host, ooops.. untuk menjalankan icloud dengan ghostOS bersamaan, memakan RAM sampai 2.15Gigs. ehemm.. barangkali memang demikian nasib menjadi virtual yaitu harus mengorbankan resource yang cukup besar.

Koneksi!

Sampai dengan saat ini, koneksi menggunakan 3G/HSDPA serta dedicated WAN yaitu internet ITB sudah cukup mumpuni untuk menggunakan cloud OS tersebut secara ‘nyaman’.

Barangkali user yang pesimis dengan WebOS, sebaiknya segera tobat mengingat cloudOS ini merupakan tren yang mau atau tidak mau akan menghampiri dan menjadi trensetter perkembangan perangkat teknologi informasi.. di masa yang ‘sebentar lagi’ datang. Baik itu dulu ringkasannya, mengenai ghostOS sendiri akan segera saya buatkan tulisannya setelah urusan teX/laTex selesai!

(BDG,4-12-09)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s