E-Learning di Korporat, Keniscayaankah?

E-Learning di Korporat, Sebuah Keniscayaankah?

Beberapa waktu ke belakang, saya dipercaya untuk menjadi pemateri untuk pengembangan e-learning di sebuah perusahaan. Mengapa e-learning perlu diimplementasikan di Korporat? Saya mencatatkan beberapa poin yang sering saya sampaikan di seminar/workshop.

Social Media

Teknologi internet yang berkembang pesat dewasa ini melahirkan aplikasi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk sharing. Namun sering kita dengar bahwa banyak perusahaan yang mem-blok aplikasi-aplikasi tersebut dengan alas an tidak efektif dan tidak efisien serta mengganggu kinerja perusahaan.

Pertumbuhan Penggunaan Netbook & Mobile Devices

Mobilitas, merupakan istilah yang kerap terdengar akhir-akhir ini. Perangkat komputasi dan komunikasi mobile kemudian mengiringi dan menjadi solusi kebutuhan mobilitas dari insan-insan. Laptop dan netbook ukuran 10 inch menjadi perangkat yang banyak dipakai oleh orang-orang untuk membantu mengerjakan tugas-tugasnya.

High-Speed Internet

Di sebuah diskusi ringan, sempat terlontar ungkapan bahwa cable/wireline telecommunication akan digusur dengan wireless telecommunication. Pada kenyataannya saat ini, banyak orang yang menggunakan perangkat wireless telecommunication untuk menemaninya dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Teknologi 3G/HSDPA/UMTS saat ini sudah menjadi tren. Sebentar lagi Wimax dan 4G akan masuk ke negeri kita. Dengan perangkat tersebut tersedia jalur komunikasi dengan pita lebar untuk komunikasi kecepatan tinggi yang memungkinkan kita untuk upload dan download data dari internet.

Tren Pemanfaatan Teknologi untuk Kelangsungan Operasi di Korporat

OVI, kalau tidak dikaitkan dengan Nokia sebagai owner dan providernya pasti tidak akan terkenal. Namun Ovi sekarang menjadi bentuk layanan yang diminati oleh pengguna Nokia. Nokia Ovi dengan fiturnya pushmail, sharing file, kolaborasi, community menjadi penyerta dan pendamping penggunaan handphone nokia bagi penggunanya.

Untuk produsen hardware seperti Nokia, investasi yang dikeluarkan untuk membangun portal layanan nokia ovi pastilah besar. Namun dampaknya yang visible maupun invisible terutama untuk kelangsungan produk nokia pasti besar dan bahkan jauh sekali nilainya dibandungkan dengan besarnya investasi yang dikeluarkan. Salah satu bentuknya antara lain loyalitas pengguna nokia yang sampai dengan sekarang tetap besar.

Pembelajaran berbasis TIK di Korporat

Learning is process of becoming! Itu slogan Stephen Downes untuk mendefinisikan pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing individu.

Pembelajaran berbasis internet sekarang sudah diimplementasikan di universitas untuk menyelenggarakan distant learning. Narasumber atau pakar dari bidang-bidang ilmu, saat ini dengan mudah dapat memaparkan presentasinya dari tempatnya atau kantornya. Pesertanya di tempat lain dengan mudah bisa berdiskusi atau melakukan Tanya jawab. Proses transfer/diseminasi pengetahuan untuk sekarang bisa dilakukan dengan cara yang lebih mudah.

Sedangkan di korporasi, beberapa hal masih perlu untuk diupayakan. Karena melihat dari pengalaman diskusi dengan beberapa orang, e-learning dalam arti khusus belajar online dan menggunakan sumber daya internet di perusahaan khususnya di Indonesia masih suatu keniscayaan. Mengingat policy atau aturan yang ada di perusahaan masih belum mendukung budaya korporasi long-life learning.

Namun ada baiknya untuk membahas beberapa poin penting mengenai e-learning ini serta kaitannya dengan pembelajaran berbasis TIK di Korporat.

Hampir semua perusahaan memiliki core knowledge yang tentu saja unik. Dengan core knowledge tersebut perusahaan kemudian memberikan layanan berupa produk atau jasa yang ditawarkan. Selain produk dan jasa tersebut, perusahaan juga menjalankan proses yang semuanya dijalankan dengan knowledge yang dimiliki. Selain itu, perusahaan juga memberikan layanan kepada pelanggannya dengan menyediakan seperti nokia ovi, suatu portal yang bisa digunakan untuk pusat layanan dan informasi kepada pelanggan.

Tentu saja, semua perangkat tersebut bisa menjadi alas an e-learning harus diimplementasikan di korporat. Selain potensi yang disediakan oleh system e-learning itu sendiri yaitu untuk ‘branding’, potensi profit, serta menjadi ‘content repository’.

Upaya penghematan pun bisa jadi alas an yang cukup kuat untuk mengimplementasikan e-learning di perusahaan. SDM yang dikirimkan untuk mengikuti pelatihan domestik, regional, maupun internasional dapat membuatkan konten e-learning yang diupload-kan di LMS-nya. Sehingga karyawan lainnya bisa turut belajar untuk meningkatkan kompetensinya. Selain itu, dengan knowledge repository yang tersedia, reservasi pengetahuan akan terjamin. Selain itu perngkat komunikasi yang dimiliki oleh LMS dapat dijadikan sebagai alat perusahaan untuk membuat interkoneksitas dengan stakeholder-nya. Management trainee pun bisa diselenggarakan dengan lebih murah, mengingat segenap bahan yang digunakan sudah tersedia secara online.

Secara system, e-learning untuk saat ini merupakan system yang terjangkau, fleksible setting, mobile, 24/7, bisa diakses setiap saat, dan dari mana saja, mobile, dan lainnya.

Sudah saatnya bagi kita untuk mengimplementasikan system e-learning untuk institusi atau korporasi tempat kita bernaung. Siapkah?

(AB, Pelatihan E-learning untuk Korporat, Bandung, 24 Nov2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s