Apa yang Dilakukan Teknologi terhadap Pengajaran

 

Manusia menciptakan teknologi untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaannya. Membacakan buku untuk haikal mengenai teknologi roda dan mobil, semakin sadar bahwa teknologi mempengaruhi proses yang dilakukan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dan ternyata teknologi yang ditemukan memberikan impact ke kehidupan manusia lainnya, baik di sisi positif ataupun sisi negatif.

Dalam pembelajaran contohnya, saya termasuk yang mengalami proses perubahan dalam pembelajaran yang ditunjang oleh teknologi. Pada saat saya masuk kuliah pertama kali di tahun 1996, pada saat itu guru-guru saya menyampaikan materinya dengan menggunakan talk and chalk technologies. Media yang dipake adalah papan tulis. Kami pun menjadi pencatat yang baik, walau kadang saya sering tidak pede dengan catatan saya dan seringnya menjelang ujian, meminjam catatan teman dan meng-copy-nya. walaupun teman yang dipinjami sering kelimpungan, mencari catatannya ada di siapa…

Kemudian tahun berikutnya hampir semua ruangan menggunakan media overhead projector (OHP). Saya mengamati guru-guru saya pada saat itu menggunakan transparansi untuk mengajar. Sering saya lihat, sebelum ke kelas, guru saya membuatkan bahan-bahannya dengan menulis di transparansi. selesai kuliah, kami pun meng-copy transparansi tersebut. Bahkan sering ada teman yang jadi koordinator meng-copy transparansi tersebut.

Era berikutnya, muncul infocus proyektor. Proses pembelajaran pun semakin menarik. Laptop inventaris jurusan menjadi tumpuan untuk menjadi media menyampaikan materi kuliah. Bahkan seringkali, laptop tersebut sudah tidak ada ditempat, karena dipake bentrokan, dipake oleh guru yang lain padahal kita sudah booking sebelumnya. Dengan perangkat tersebut, para guru sudah membuat bahan presentasi dengan menggunakan powerpoint. Kami pun, mendapatkan hasil print presentasi tersebut dan meng-copy-nya untuk bahan belajar.

Seiring semakin banyak laptop, maka OHP mulai ditinggalkan. Para guru sudah semakin banyak yang membawa laptopnya ke kelas. Kami pun, sekarang selalu menyediakan USB Flashdisk. Setiap selesai kuliah, kami antri untuk mendapatkan bahan presentasi dari guru kami tersebut. Alhasil, virus-virus yang ada di USB beredar dan masuk ke laptop guru kami tersebut.

Sekarang, setelah tersedianya Coursehomepage kuliah.. para guru tidak bersedia lagi untuk memberikan bahan powerpointnya kepada kami menggunakan media usb flashdisk. Beliau menyuruh kepada siswa-siswinya untuk mengambil bahan presentasinya dari LMS (Learning Management System). Tentu saja, sekarang laptop guru kami tersebut menjadi ‘sedikit’ aman dari virus-virus dan antrian USB Flashdisk pasca kuliah.

Ehm.. Kalau dilihat dari transformasi yang terjadi, maka Pembelajaran elektronik akan menjadi fenomena yang biasa kedepan. Walaupun saat ini hal tersebut masih menjadi hal yang ‘menyulitkan’. Mudah-mudahan seiring dengan perkembangan infrastruktur yang ada, pemanfaataan LMS untuk pembelajaran online bisa semakin optimal.

(AB, Malang 14 Nov 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s