IDLN Meeting – Mengelola Konten oleh Arief Bahtiar

Beberapa hari lalu saya sempat lihat di wired.com, “Google’s Abandoned Library of 700 million Titles”.

Konten di era internet sangat erat kaitannya dengan mensosialisasikan kontent tersebut menggunakan media internet. Untuk itu, perlu untuk ditelaah tren perkembangan lingkungan pengembangan konten tersebut yang meliputi : perangkat komputer untuk digitalisasi, infrastruktur network, internet dan aplikasi, serta organisasi

Mengelola konten di institusi pendidikan khususnya bisa diarahkan pada tujuan untuk mengembangkan konten yang ada diinstitusi menjadi sangat berharga untuk pribadi, institusi, nasional, serta bisa go internasional. Yaitu bagaimana satu konten atau lebih tersebut bisa dilihat, dicari, serta digunakan oleh banyak orang.

Berkaitan dengan tren preangkat, dewasa ini perkembangan perangkat akses dan perangkat digitalisasi demikian pesat. Selain server yang digunakan sebagai repository untuk penyimpanan konten, berkembang juga perangkat-perangkat aksesnya, yaitu PC, Laptop, Netbook, Mobile dan lainnya.

Disisi edukasi perangkat sendiri, saat ini di pendidikan dasar telah diajarkan menggunakan perangkat OLPC sebagai media untuk pembelajaran. Pengaruh dari pembelajaran dini tersebut memberikan dampak besar terhadap pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan oleh siswa, mahasiswa, dan umum.

Sedangkan komputer sendiri berevolusi menjadi bentuk yang dinamis. Konsep rancang bangun komputer berkembang menjadi seni tersendiri yang kadang-kadang para desainer menggambarkan konsep komputer yang unik dengan mengedepankan unsur estetika serta fungsional. Hasilnya kemudian diterjemahkan oleh para engineer menjadi bentuk komputer yang kemudian muncul di pasaran.

Proses Penciptaan Konten & Digitalisasi

Dengan adanya perangkat-perangkat yang saat ini terus tumbuh dan berkembang, proses penciptaan konten pun turut mengalami transformasi. Proses penciptaan karya menjadi sangat dimudahkan dengan adanya teknologi. Setiap hari pada saat beraktivitas, ada ragam kejadian yang kemudian kita rekam dengan menggunakan perangkat yang ada, kemudian kita olah dengan menggunakan perangkat komputer, hasilnya kita publikasikan di mediayang tersedia secara online. Hasil tersebut kemudian dapat dinikmati dan digunakan oleh banyak orang dari seluruh dunia.

Proses tersebut kemudian dipersingkat, dengan perangkat mobile yang terkoneksi 3G atau GPRS. Hasil rekaman dari kamera pada perangkat mobile kemudian secara langsung dapat dikirimkan ke situs-situs repositori. Hal tersebut menjadikan konten menjadi lebih ‘realtime’. Informasi kemudian dapat disisipkan berdasarkan paradigma dan latarbelakang masing-masing individu. Konsep What you see is what you get!, menjadi hal yang lumrah.

Valuasi Konten

Kemudian setelah konten tersebut terpublikasikan, apa yang perlu dilakukan? Valuasi konten. Salah satu cara yang mudah-mudah-susah adalah mensosialisasikan konten tersebut sehingga semakin banyak orang yang lihat. Sarana yang digunakan adalah media internet. Mengenai hal ini, diperlukan pembahasan khusus mengenai teknik search engine optimisation. Tapi yang pasti, media yang lengkap dengan konten-konten pastilah menjadi media yang paling dicari.

Persoalannya adalah bagaimana supaya media yang kita pegang menjadi lengkap dengan konten-konten. Caranya adalah mendedikasikan SDM yang secara khusus menata konten-konten yang ada. Orang tersebut harus ditugaskan oleh institusi untuk mengelola konten pada sistem disana.

Menarik untuk dicermati, kompas sebagai salah satu pemegang oplah koran nasional yang paling besar, sejak beberapa waktu lalu sangat memperhatikan versi kompas onlinenya. Bahkan kompas telah memiliki situs epaper.com yang merupakan digitalisasi koran kompas hariannya. Saat ini, keduanya baik kompas online dan juga epaper.kompas tersedia secara gratis. Tentu saja, apabila pandangan orang sempit, kompas tidak mungkin menyediakan epaper-nya karena hal tersebut akan mengurangi oplah kompas cetaknya.

Tapi ternyata tidak demikian, strategi bisnis kompas elektronik ini terus dijalankan. Karena ternyata dari sekian ratus juta warga Indonesia, tidak semua dapat dicapai oleh distribusi koran kompas cetak. Tapi mereka tetap dapat menikmati konten berita, iklan, dan lainnya dari kompas epaper dan kompas online. Tentu saja dengan cost produksi pencarian berita dan lainnya dari koran kompas tidak bertambah. Cost-nya barangkali hanya untuk menyediakan infrastruktur teknologi informasi saja.

Dari hal tersebut, digitalisasi konten sebenarnya bukanlah menjadi pesaing dari konten lainnya. Konten digital merupakan komplementer dari konten fisik. Bahkan konten digital bisa jadi satu daya ungkit konten fisik. Daya dukung konten digital yang kemudian dipublikasikan akan sangat berpengaruh pada tersosialisasikannya konten fisik.

Demikian pula halnya dengan jenis konten citra, gambar, serta audio visual. Pada saat ini konten tersebut yang didigitalisasi bisa menjadi leverage bagi personal, institusi, bahkan nasional yang kemudian bisa go internasional.

Organisasi

Kaitannya dengan organisasi, hasil karya organisasi kemudian dapat dipublikasikan dalam bentuk konten-konten organisasi. Dengan karya tersebut, ditambah dengan valuasi konten yang ada diharapkan menjadi satu bentuk sumbangsih organisasi yang kemudian dapat diapresiasi oleh khalayak. Dengan apresiasi tersebut, kelak satu saat nanti peluang dan harapan mendapatkan revenue dari konten yang dipublikasikan bisa terpenuhi. Dengan revenue tersebut roda organisasi bisa semakin cepat berputar.

Tantangan Digital Peservartion

Akhirnya tiba pada tantangan yang dihadapi oleh IDLN, yaitu menggunakan dan mengombinasikan segenap kebijakan, strategi, dan tindakan untuk menjamin akses terhadap konten-konten digital yang dipublikasikan setiap saat.

Tentu saja hal tersebut harus didasarkan pada rasa yang sama, pikiran, yang sama, dan perbuatan yang sama untuk bersama-sama memajukan konten digital di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s