Narayan : Ramayana & Mahabharata

Sudah lama rasanya tidak melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan di waktu masih remaja dulu.

Teringat masa masih sekolah, setiap minggu malam sudah stay tune di salah satu radio AM. Mendengarkan acara yang paling digemari pada saat itu, mendengarkan siarang wayang golek. Walau cuma mendengarkan radio, tapi pada saat itu ceritanya lebih bisa dicerna. Barangkali sisi imajinasi seorang remaja pada masa itu lebih membutuhkan imajinasi dibandingkan visualisasi. Televisi yang mulai menyiarkan acara wayang golek pada saat itu, masih kalah menarik dibandingkan dengan mendengarkan suara dalangnya melalui RRI atau radio tape.

Kangen dengan masa itu, ketika jalan lewat Toko Buku Togamas kemudian saya mampir. Dan menemukan buku cerita epik Ramayana dan Mahabharata yang dituliskan oleh Narayan serta sudah diterjemahkan. Alhasil, epik tersebut berhasil dibawa pulang untuk dibaca.

Rasanya memang sudah lama sekali, saya bisa membaca buku yang bisa selesai dalam satu setengah malam. Novel yang menjadi koleksi istri saya pun jarang yang bisa saya selesaikan bacanya.

Nah buku yang ini agak beda. Motivasi saya untuk membaca dan menyelesaikan cerita-cerita yang ditulis dalam buku itu cukup besar untuk berusaha menamatkan jalan ceritanya dalam kurun waktu yang singkat. Alhasil setelah bolak-balik dan berbagai posisi dilakoni untuk membaca buku tersebut. Selesailah…

Dan, memang selesailah.

Banyak hal yang dulu menjadi bahan penasaran berkait dengan kisah pewayangan sudah terjawab. Pada jaman dulu, untuk anak seusia remaja barangkali berhasil menamatkan satu kisah pewayangan merupakan hal yang menakjubkan. Karena biasanya, setiap cerita berakhir dengan ketiduran. Atau ketika cerita diselesaikan dalang pun, bahasannya hanya menyangkut satu episode dari rangkaian episode.

Nah pada saat memegang buku itu, semua episode sudah terangkum semua. Bahkan mungkin bila harus nonton pagelaran wayang sekalipun, saat ini sudah bisa lebih paham. Tentu saja semenjak membaca buku epik tersebut.

Yup barangkali, ada rekan-rekan yang juga pada masa kecilnya pernah merasa penasaran dengan cerita wayang, ini saatnya menyisihkan sedikit uang untuk jalan ke toko buku mencari buku epik Ramayana & Mahabharata karyanya Walmiki yang ditulis kembali oleh Narayan.

Blogged with the Flock Browser

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s