SUN xVM Virtual Box 2.0, Ketika Virtualisasi Menjadi Satu kebutuhan

SUN xVM Virtual Box 2.0, Ketika Virtualisasi Menjadi Satu kebutuhan

Pengantar
Seharian di rumah, lumayan membuat gatal tangan juga untuk oprek sesuatu yang memang bakal ditemui sekarang dan pasti seterusnya. Selepas memarkir motor depan rumah, tadinya dah siap berangkat ke kampus. Berhubung kepalanya malah pening, akhirnya balik lagi ke rumah dan memutuskan untuk bongkar mengenai virtualisasi.

Barangkali virtualisasi bukanlah merupakan istilah yang asing lagi di tangan pengasuh-pengasuh mesin-mesin. Sejak ikut undangan Microsoft saat launching Windows Server 2008, istilah virtualisasi semakin santer. Apalagi ketika beberapa keributan terjadi saat komputer yang dipakai training server di lab seringkali partisi harddisknya hancur karena sering di-install ulang. Padahal dengan mengandalkan satu komputer saja, dengan memilih satu jenis OS platform saja, kemudian semua service yang dibutuhkan diinstallkan dalam virtual mesin tersendiri, banyak persoalan yang kemudian akan terselesaikan. Kecuali persoalan butuh server kapasitas besar dengan memori besar aja. Tapi server jenis ini tentu saja tidak susah, IBM System X3400 yang kemarin saja, sepertinya sudah sanggup untuk menjalankan semua service, mau basis Free BSD, Linux, Windows Server 2008, atau lainnya. (kali ya.. Blm coba sih)

Saya sendiri, awal-awalnya kurang begitu mengikuti tren perkembangan virtualisasi ini. Hanya terbersit, saja saat pagi tadi buka komputer, terus mau tulis laporan atau proposal juga kepalanya terlalu pening. Atau mengerjakan pembuatan rencana-rencana juga belum bisa konsentrasi. Akhirnya buka komputer, lihat-lihat di installer. Akhirnya ketemu Sun xVM Virtual Box 2.0, hasil dari download-an beberapa bulan yang lalu. Menyingsingkan lengan baju, mulailah proses virtualisasi dijalankan.

Proses Install
Langkah pertama, adalah melakukan instalasi. Sun xVM Virtual Box 2.0, merupakan produk SUN Microsystem yang gampang di-install-kan. Bentar lagi jg, mau coba install untuk Linux dan OS lainnya. Untuk sekarang, windows XP kayaknya layak untuk dicoba.

Selesai install, jalanakn Sun xVM Virtual Box-nya. Akan muncul tampilan GUI interface yang enak dilihat. Tampilan yang sama persis akan muncul juga, bila kita installkan aplikasi ini di linux, opensolaris, atau FreeBSD.

Dukungan Terhadap Input External
Ada dua istilah yang perlu untuk segera kita kenali setelah menginstallkan Virtual Box, yaitu host & guest. Host adalah komputer dengan OS utama tempat nanti OS lainnya akan dijalankan. Yang paling penting, berdasarkan pengalaman saya, dalam memanfaatkan komputer adalah ‘input devices’. Yang paling sederhana adalah keyboard dan mouse. Di Virtualbox ini, keyboard secara default menjadi bagian dari guest OS. Ketika kita dah installkan satu OS lain, di virtual box ini, maka keyboard akan langsung aktif.

Hanya, keyboard bukanlah satu-satunya input devices yang kita butuhkan. Ketika komputer sudah menyala, pasti kita perlu install aplikasi tambahan. Tapi kita tidak perlu khawatir, CDROM/DVDROM juga secara otomatis menjadi bagian dari OS Guest. Kita bisa install bbrp aplikasi tambahan dari CDROM. Demikian pula dengan mouse, mouse ini juga gampang untuk dipake walaupun awalnya sih agak ribet juga. Fitur [Install Guest Addition] lumayan cukup banyak membantu mengintegrasikan virtual OS (guest) ini dengan induknya (host).

Yup, untuk awal-awal cukuplah. Nah, ketika kita beranjak dari kebutuhan primer ke kebutuhan yang lebih primer lagi, mulailah rada-rada butuh ‘ngesang’ alias berkeringat. Pertama, ketika kita butuh USB Storage, diperlukan beberapa tambahan setting-an. Tapi ini juga lumayan gampang. Demikian pula saat kita perlu ‘sharing’ antara induk OS (host) dengan anak OS (guest), telah tersedia fasilitas ‘Shared Folders’. Tapi alamak, untuk mengaktifkannya harus bolak-balik dulu mengonfigurasi serta buka command-line serta mengetikkan : ‘net – u f: \\vboxsvr\Shared_Folder baru kemudian folder untuk sharing ini akan muncul dan bisa diakses di direktori F:

Sampai dengan detik ini, dah dicoba dan dijalankan Windows XP SP2, dan OpenSUSE 10.3, yang keduanya berjalan sebagai guest di windows XP SP2. Berikutnya adalah mencoba menjalankan Windows 7 serta otak-atik package sms gateway dan red5server di keduanya.

Sampai dengan saat ini Sun xVM Virtual Box, merupakan aplikasi yang lumayan bisa jadi pilihan ketika Anda akan mendedikasikan satu server untuk beragam service yang dibutuhkan untuk menjalankan network di tempat Anda, atau mendedikasikan komputer untuk dijadikan sebagai ‘test bed’ untuk beragam aplikasi yang ingin diujicobakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s