On the way home :

16 Januari 2009, KM 57 Rest Area Cipularang

Bersama dengan bu Eriana dan Pa Jimbawan, kami berangkat dari Samarinda menggunakan jalur darat menuju ke Tenggarong. Perjalanan dimulai pukul 05.30 pagi hari.

Tenggarong merupakan ibukota Kutai Kartanegara. Berada di sekitar Sungai Mahakam menjadikan kota ini menjadi satu nadi perekonomian kabupaten ini. Lalu lintas yang dilaluipun cukup ramai, walau tentu saja tidak seramai kalau kita berada di pulau Jawa.

Setelah melihat-lihat Museum serta makam raja-raja Kutai, dilanjutkan dengan menengok ke Museum kayu, perjalanan pun dilanjutkan menuju ke Balikpapan.

Perjalanan ke Balikpapan, ditempuh selama sekitar 3 jam dari Tenggarong. Kami tiba di Balikpapan sekitar jam 12.00. Setelah makan siang, saya dan bayu didrop di Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan.

Kondisi Bandara sangat ramai dengan para penumpang yang menuju ke Surabaya, Makasar, Jakarta, Berau, dan beberapa daerah lain. Saking padatanya calon penumpang membuat bandara ini agak terlihat kumuh. Atau mungkin saja karena kami naik penerbangan kelas ekonomi, sehingga masuk ke tempat tunggu yang penuh sesak dengan fasilitas yang serba seadanya.

Pesawat takeoff sekitar pukul 14.00. Tiba dijakarta pukul 15.00, saya dan bayu langsung menuju ke tempat bis Primajasa yang menuju Bandung. Sempat ngomel juga sih, karena waktu check in, satu tas dimasukkan ke bagasi. Mengingat bagasi penerbangan kelas ekonomi, ‘kan jauh dari aman. Buktinya saja, saya mengambil tas dan keluar dari bandara tanpa diperiksa kecocokan antara tas dengan nomor bagasinya.

Setelah shalat, terus kami naik bis menuju ke Bandung. Perjalanan yang dilakukan ternyata cukup lancar. dan saat blog ini ditulis kami sedang berada di Rest Area 57 tempat biasa kami beristirahat sejenak sebelum masuk tol Cipularang.

Perjalanan ke Samarinda ini menyisakan kenangan-kenangan manis. Terimakasih kepada segenap panitia di Poltanesa yang telah memberikan sambutan hangatnya. Teristimewa bagi Pa Jimbawan yang telah dengan sabar mengiringi perjalanan kami di Samarinda. Juga kepada Bu Eriana atas segala kesempatannya. Serta segenap civitas poltanesa, Pa agus, pa dadang, dan lainnya yang dengan keceriaannya menerima kami apa adanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s