Menuju Balikpapan [1]

12 Januari 2009, Cengkareng

Saya masih menunggu boarding ke pesawat menuju Balikpapan. Pesawat berangkat sekitar pukul 10 pagi. Untuk bisa sampai pukul 8.30, saya berangkat pukul 03.30 dini hari dari rumah dengan memanfaatkan jasa travel door-to-door Primajasa Tour. Kondisi Jakarta, kemacetan yang bisa terjadi di pagi hari serta, serta lonjakan kendaraan di Senin pagi, menjadi salah satu alasan kami berdua (saya dan bayu) untuk berangkat pagi hari. Sebenarnya rencanaya sih berangkatnya pukul 05.00. Namun setelah mendapatkan masukan-masukan, dipilihlah pukul 04.00 sebagai jadwal waktu berangkat. Akhirnya sampailah kita di Bandara Soekarno Hatta pukul 07.45 pagi.

Menunggu di lounge Lion Air, saya buka laptop saya. Kemudian saya aktifkan koneksi internet dengan BT menggunakan modem KG300. Beberapa hal yang bisa dikemukakan disini antara lain adalah mengenai services, services, dan services. Sepertinya memang services perlu untuk dikaji berulang-ulang. Supaya mendarah daging serta dapat menjadi bagian dari perilaku.

Kata kunci mengenai services ini adalah seperti yang disampaikan oleh pa Iyan, rekan saya di ComLabs USDI-ITB: There is always be a better way. Selalu ada jalan atau cara yang bisa membuatnya menjadi lebih baik, dan lebih baik, dan lebih baik lagi.

Ada banyak penumpang yang masuk ke bandara. Di antara mereka, sekian persen adalah orang yang pertama kali menginjakkan bandara. Tentu saja, papan informasi mengenai cara-cara supaya bisa masuk, beli tiket yang benar, kemudian check in dan penanganan bagasi, serta masuk ke gate yang tepat harus bisa terlihat dengan jelas. Bahkan kalau bisa, info harga tiket, serta transport perlu ditunjukkan.

Pada saat check in, apabila penumpang sudah beli tiket tentu saja, layanannya juga harus bisa dipercepat. Bahkan bila memungkinkan ada standar waktu layanan (misalkan 3 menit, 10 menit, 15 menit). Pada saat masuk check ini bandara, ada terlihat banyak counter yang bisa digunakan untuk check in. Tapi selalu saja terlihat antrian. padahal ilmu antrian ini ‘kan sudah diajarkan sejak mahasiswa tk 1 (maksudnya di kuliah Konsep Teknologi).

Sempat terpikirkan juga, bgmana kl tiketnya sudah dilengkapi dengan barcode (versi murahnya) atau RFID (versi mahalnya). Data-data pada saat pemesanan tiket, sudah diisikan dengan data penumpang, lengkap dengan fotonya (bila memungkinkan). Pada saat check in dan check barang bawaan untuk bagasi, data tersebut bisa dipakai untuk print data pada stiker yang nantinya ditempelkan pada barang bagasi. Sehingga waktu layanan bisa lebih cepat.

Ah.. it is just a dream. Barangkali saja satu saat nanti, ada calon-calon pengusaha maskapai penerbangan yang baca blog ini..

Ok.. nanti diteruskan lagi. Pesawat dah mau take off.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s