E-mail Mengalahkan SMS, Mungkinkah?

Fakta menyebutkan koneksi internet akan menjadi backbone utama untuk komunikasi. IP akan menjadi protokol primer untuk koneksi multidevice. Kita lihat, mulai dari Akses LAN, WAN, Wifi, Wimax, 3G/HSDPA, 3.5G, 4G semunya konvergen mengarah pada penggunaan protokol IP.

Perangkat pun sudah menyiapkan beragam aplikasi untuk mendukung teknologi Internet, mulai dari webaplikasi berbasis mobile, browser yang jalan di PDA atau ponsel, pushmail/blackberry. Ada perangkatnya sih yang sudah membuatku harus menyiapkan investasi untuk smartphone KT610 menggantikan KG300-ku.

SMS vs E-mail

Akankah sms akan punah? Kayaknya sih terindikasi demikian. Kedepan e-mail akan menjadi tool komunikasi utama mengingat beragam fiturnya yang lebih ‘kaya’ dibandingkan dengan SMS. Sampai saat ini, saya mencari-cari software sms yang mudah dipakai dan free. Ditambah lagi jumlah karakter yang sangat terbatas. Sedangkan semua fitur yang ada di sms, semuanya bisa dilakukan oleh e-mail, tentu saja dengan tambahan fitur yang lebih banyak dan beragam.

Sebentar lagi, kita akan melihat kepunahan sms sebagai perangkat komunikasi yang paling leading dewasa ini. Namanya juga teknologi komunikasi sangat dinamik. Perubahan cepat dan penuh ketidakpastian. Otomatis, kepunahan ini harus segera diantisipasi oleh segenap provider telekomunikasi supaya kejatuhan service sms ini tidak mengurangi pendapatannya di masa mendatang.

Butuh server E-mail

Sedangkan bagi institusi atau perusahaan-perusahaan, saya pikir sudah saatnya untuk memikirkan membangun layanan e-mail yang bisa dipakai oleh semua stakeholdernya. Karena bisa jadi, service e-mail yang dipersiapkan sekarang ini, akan menjadi ujung tombak ‘penghematan’ cost produksi terutama yang terkait dengan komunikasi baik bagi pegawainya atau call center-nya. Tentusaja layanan ini butuh dukungan dari teknisi yang handal. Karena memelihara mailserver itu tidak semudah memelihara webserver. Cobatanya mailadm-nya ITB. :D

Penutup

Ya.. sebelum terlambat sih. Siapkan aja platform e-mail yang memiliki fitur-fitur yang memenuhi kebutuhan stakeholder. boleh sih menggunakan googlemail yan sdh dialiaskan ke domain sendiri. Tapi sayang, bandwidth-nya jadi boros. mending bikin mailserver sendiri aja, sekalian latihan memberikan service kepada internal. Sehingga siap saat service ini diluncurkan ke publik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s