Vector Linux #1 an Opening

Pertama kali saya lihat OS linux itu adalah sekitar tahun 1999. Teman-teman di ITB saat itu sedang mengoprek network di lingkungan kampus. Mas Arya Hidayat adalah orang pertama kali yang membawa linux di Labkon TF dan mulai mensosialisasikannya kepada mahasiswa di kampus. Kesan pertama yang muncul dalam pikiran saya saat itu adalah : “linux merepotkan”. Linux yang dipresentasikan hanyalah berupa konsol, dengan Text User Interface dengan latar belakang layar berwarna hitam atau biru. Bagi saya, hal itu sudah tidak menarik. Karena pada tahun itu juga, saya baru memperoleh hibah komputer AMD K-6 II 350 dengan memori 64 MB, dan Harddisk 4.3GB. Dengan beragam alasan, salah satunya adalah mengerjakan Tugas Akhir, maka komputer baru itu saya install Windows 98 yang kemudian diganti dengan Windows Me, dan terakhir setelah upgrade mulai menggunakan Windows XP.

Sekitar tahun 2004 atau 2005, pa Eko Mursito kembali dari sekolahnya dan menularkan linux yang bagi saya si agak kelihatan beda, namanya Vector Linux. Selain dari tampilan grafisnya yang sudah mulai enak dipandang, linux yang satu ini memiliki kemudahan mulai dari instalasi sampai dengan penggunaannya. Apalagi paket-paket software yang terinstall memang sudah cukup lengkap bagi saya yang saat itu sudah mulai belajar programming dikit-dikit. Kesan pertama sudah demikian menggoda. Kemudian komputer-komputerku kemudian diinstall dual-boot dengan vector linux sebagai salah satu OS-nya. Pada jaman itu, malahan linux menjadi default OS environtment yang ku pakai setiap hari. Sebelum akhirnya, pekerjaan-pekerjaan semakin banyak dan menuntut waktu yang lebih cepat untuk menyelesaikannya membuat saya harus banyak main di Windows.

Berbekal pengalaman penggunaan itu, saya minta ijin pa Eko mursito untuk menuliskan tips-tips menggunakan vector Linux menjadi satu bundel catatan yang lumayan cukup banyak. Ditambah dengan bahan-bahan dari beliau, bundel catatan itu sebenarnya sudah cukup layak untuk dijadikan buku. Tapi mengingat pengguna linux di Indonesia masih jarang pada saat itu, beberapa proses finalisasi terpaksa ditunda sehingga bundel catatan penggunaan vector linux pun blm bisa didistribusikan.

Nah baru beberapa minggu kemarin, ketika harus mencari beberapa bahan yang akan dijadikan sebagai bahan praktikum kuliah, saya menemukan lagi catatan-catatan lama panduan penggunaan vector linux itu. Kalau dilihat-lihat sih isinya masih relevan dengan pemanfaatan linux sekarang. Hanya perlu meng-update beberapa bagian saja supaya bundel panduan ini sudah sesuai dengan versi rilis vector linux saat ini. Mungkin beberapa rekan-rekan ada yang bermaksud untuk meng-update beberapa bagian tersebut, silakan bisa menambahkan di isi blog yang saya buat ini.

Dengan maksud supaya bahan panduan yang dulu sempat saya bikin ini bermanfaat, maka secara bertahap saya akan tuliskan ulang semua bagian pemanfaatan vector linux yang sudah saya buat. Daripada file-file ini tersimpan dalam harddisk dan jamuran, insyaAllah akan lebih bermanfaat bila bahan ini saya publikasikan di sini.

Kurang lebih, daftar Isinya saya susun sebagai berikut :

Instalasi dan Mempersiapkan Sistem
1.    Prasyarat Sistem
2.    Tatacara Instalasi
3.    Login

Desktop
1.    Mengenal Desktop Vector Linux
2.    Memodifikasi Desktop Vector Linux
3.    Mengubah Wallpaper
4.    Mengubah Desktop Theme
5.    Mengubah dan Menambah Font

Utility
1.    Mengenal File manager Rox-Filer
2.    Vector Administrative dan System Menu (VASM)
3.    Vector Linux Advanced Package Tool (VLAPT)
4.    Menginstal dan Mengkonfigurasi Printer dengan CUPS
5.    Gamix
6.    GQView

Office
1.    Administrasi Kantor dengan OpenOffice
2.    Mudah Menulis Dokumen Ilmiah dengan OpenOffice
3.    Aplikasi Spreadsheet dengan OpenOffice
4.    Membuat Presentasi Cantik dengan OpenOffice

Multimedia
1.    Mendengarkan Musik dengan XMMS
2.    Menonton VCD/DVD dengan Mplayer
3.    Memodifikasi Gambar dengan GIMP
4.    Membakar CD dengan XCDRoast
5.    Akses Foto Digital dengan FLPhoto

Internet
1.    Koneksi Internet dengan Modem
2.    Browsing dengan Firefox
3.    Mengenal Opera
4.    Chatting dengan Gaim
5.    Sylpheed Email Client

Aplikasi Vector Linux
1.    Merancang UML dengan JUDE
2.    Memprogram Aplikasi Java dengan Netbeans
3.    Mengembangkan Web dengan Bluefish
4.    Midnight Commander

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s