Telepon Seluler dan Jum’atan

Sebenarnya sudah hampir dua tahunan lebih terjadi perubahan yang cukup signifikan saat jum’atan dilaksanakan. Seperti umumnya penyelenggaraan shalat Jum’at, sebelum adzan dikumandangkan dan khatib naik mimbar, takmir masjid selalu menyampaikan pengumuman-pengumuman yang penting diketahui oleh jama’ah Jum’at. Nah, setelah era boomingnya telepon seluler, kemudian terjadi perubahan budaya (transformasi). Pengumuman shalat jum’at yang isinya antara lain informasi tentang keadaan jama’ah, kegiatan masjid, rekapitulasi infaq jama’ah sekarang ditambahkan pengumuman : “Bagi pemilik dan pengguna ponsel dimohonkan dengan sangat untuk mematikan dering telepon atau untuk menonaktifkan ponsel-nya hingga jum’atan selesai”.

Bagi sebagian orang, pengumuman ini sudah dianggap lumrah. Hanya tidak hari ini. Saya jadi berpikir mengenai transformasi budaya serta komponen-komponen yang bisa memicunya. Ponsel atau telepon seluler adalah benda ‘kecil’ dengan beragam bentuk dan diproduksi oleh beragam pabrikan, digunakan oleh orang-orang untuk berkomunikasi dan mengirimkan pesan singkat, ternyata telah merubah kebiasaan dan budaya dari sekian banyak orang. Munculnya pengumuman yang disampaikan oleh takmir masjid di atas adalah satu bentuk transformasi budaya yang merupakan impact kehadiran benda kecil bernama ponsel.

Kemudian selesai jum’atan saya ngobrol dengan beberapa orang. ComLabs USDI tempat saya berkiprah saat ini adalah ‘benda’ kecil yang hadir di sebuah lingkungan masyarakat. Kehadirannya pun baru satu dekade. Akankah kehadirannya ini bisa memberikan transformasi terhadap habit, ritual, budaya yang ada di lingkungannya tersebut? Ini jadi bahan yang menarik untuk kami berdiskusi. Beberapa karakteristik yang muncul dari sebuah ponsel, bisa saya tuliskan sebagai berikut :

  • Ponsel adalah alat yang berfungsi untuk berkomunikasi, menghubungkan antara orang dengan orang, orang dengan komunitas
  • Ponsel umumnya bentuknya portabel, kecil dan mudah untuk dibawa-bawa bahkan dimasukkan ke dalam saku
  • Ponsel harganya terjangkau oleh semua kalangan,
  • Ponsel sangat penting, kadang kalau orang lupa bawa dompet, masih bisa tetap melakukan aktivitasnya.. tapi kalau lupa bawa ponsel, harus balik dulu kemudian membawa ponselnya tersebut,
  • Ponsel menyimpan data-data penting, seperti kontak, dll.

Untuk bisa melakukan transformasi budaya seperti yang dilakukan ponsel atau telepon genggam, maka sepertinya beberapa karakteristik di atas harus bisa diakomodir. tetapi tetap saja, butuh usaha keras untuk bisa meyakinkan semua orang bahwa peran kita, organisasi kita, bisa dan sangat bisa untuk bertransformasi dan mentransformasi segenap komponen yang ber’inter relasi’ dengan kita. Tapi bisa ‘kan semudah ‘ponsel’. Semuanya selalu dikembalikan kepada ‘subjek’ pen-transformasi dan juga ‘objek’ transformasi serta proses yang berlangsung di antaranya.

2 thoughts on “Telepon Seluler dan Jum’atan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s