Pre-RFID Deployment at Educational Institution

RFID Deployment @Educational Institution

Bandung, ariefbb.wordpress.com. Menangani persoalan banyaknya volume orang yang harus dilayani di institusi yang dibatasi dengan jumlah staf yang dapat menangani layanan yang diberikan tersebut membuat kita harus berpikir memilih perangkat-perangkat yang akan memudahkan institusi menangani jumlahnya permintaan layanan tersebut. Kalau melihat kebutuhan institusi, ada banyak layanan yang bisa dibuat dengan jumlah mahasiswa yang ada di kisaran 15.000 sampai dengan 20.000. Parkir merupakan contoh yang bisa digunakan sebagai studi kasus.

Lahan parkir bisa menjadi aset institusi atau sebaliknya, menjadi beban (liability). Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa, maka dibutuhkan lahan perparkiran yang lebih luas. Mengingat saat ini sebagian besar mahasiswa sudah lebih pintar dengan memilih sepeda, motor, atau mobil sebagai kendaraannya ke kampus dibandingkan dengan naik kendaraan umum (angkot). Otomatis kebutuhan lahan parkir meningkat. Untuk menangani padatnya pengguna parkir ini, pengelola institusi bisa terus-menerus menambah lahan parkir atau menggunakan metode cerdas membangun sistem untuk mengotomatisasi lahan penggunaan lahan parkir.

Salah satu pilihan perangkat yang bisa dipakai adalah Radio Frequency Identification (RFID).

Saya dan tim ditugaskan untuk menangani pengembangan perangkat ini untuk dikampusku. Ada banyak pilihan langkah pengembangan yang bisa diambil. Namun beberapa prioritas yang dilakukan adalah : [1] analisa persoalan yang dihadapi, [2] skala penggunaan, [3] Arsitektur yang digunakan [4] interface baik dengan RFID devices-nya juga dengan user pengguna sistemnya [5] integrasi.

Ada tiga komponen yang berperan penting untuk RFID deployment : [1] Internal business process/Application, [2] Pengguna baik supplier atau customer, [3] Alat dalam bentuk RFID, Sensor, Smart devices. Masing-masing dari tiga komponen ini harus didahului dengan standar kodifikasi untuk mengetahui item-item terkait dengan services yang diberikan. Kalau mengambil istilah dari ConnecTera, kodifikasi yang diwakili dengan EPC (Electronic Product Code) dan RFID (Radio Frequency Identification) merupakan yin-yang yang harus dijaga keseimbangannya. EPC memberikan identitas unik untuk item, case, pallet, lokasi, load, asset dll. RFID menyediakan fasilitas untuk me-nera kode-kode EPC.

Deployment RFID dalam skala luas akan meliputi sistem di kantor pusat dengan server central, aplikasi-aplikasi management/control, kantor-kantor cabang yang menangani layanan-layanan tertentu (merchant). koneksi dilakukan menggunakan jaringan vpn, atau internet yang dipasang dengan tingkat keamanan tertentu. Semua item,barang, lokasi, diberikan kode unik EPC yang kemudian akan di-sense menggunakan RFID reader.

Dengan menggunakan kedua perangkat tersebut diharapkan diperoleh data real-time yang merepresentasikan data sistem secara keseluruhan. Data ini dapat digunakan kembali untuk control, pengambilan keputusan, serta peningkatan produktivitas, dengan mengefektifkan dan meng-efisienkan penggunaan aset yang ada.

Kalau di institusi pendidikan? saya sedang menyusunkan segenap bahan yang akan saya gunakan untuk deployment. Bila ini berhasil, saya akan buatkan suatu standar deployment sistem berbasis RFID ini.

One thought on “Pre-RFID Deployment at Educational Institution

  1. Cukup menarik mas, apa yang telah.
    kebetulan saat ini saya ingin membuat TA dengan tema RFID, tolong pencerahannya ya mas.

    oya,software yang digunakan biasa nya apa tho mas untuk membangun sebuah RFID sistem

    terima kasih,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s