Mengoptimalkan Training dengan Metodologi E-learning

 

Dalam dunia teknologi sekarang ini , media menjadi berlimpah . Informasi pun juga bertebaran bukan hanya lokal tetapi juga global . Perusahaan dengan aktivitas pelayanan yang diberikannya berupaya meningkatkan produktivitasnya dengan melakukan pengembangan-pengembangan sumber daya manusia melalui aktivitas training yang dilaksanakannya. Tetapi, training tersebut tidak berjalan optimal , karena karyawan diberikan tanggung jawab untuk target pekerjaan-pekerjaan yang perusahaan terapkan.

EasyCapture3

Training di perusahaan adalah alat penting untung membangun sumber daya manusia yang bisa memenuhi kebutuhan kompetensi dalam pekerjaan. Supaya sumber daya manusia yang ada bisa mengikuti tren kebutuhan kompetensi yang selalu meningkat maka pekerjaan utama adalah dengan menyediakan media training untuk banyak kebutuhan mulai dari pengenalan produk, pengenalan teknologi baru, pengenalan customer, teknik dan metodologi, serta soft-skill yang wajib dimiliki karyawan.

Namun pekerjaan inti pada perusahaan bukan lah training. Pekerjaan utama perusahaan adalah membuat nilai atau produk yang kemudian bisa menghasilkan revenue untuk kelangsungan hidup perusahaan. Ketika training berjalan selaras maka perusahaan akan terjamin daur hidup produknya serta bisa memberikan layanan terbaik kepada stakeholdernya.

Cara penyelenggaraan training bisa diubah tanpa menghilangkan substansinya. Bahkan training dapat dibuat lebih fleksibel dari sisi waktu dan peserta . E-learning menjadi satu alternatif dalam penyelenggaraan training tanpa perlu khawatir dengan menyediakan tempat (venue), kekurang peserta (participant), dan training berbasis elearning bisa dibuat terjadwal dan berulang .

Sampai pada perusahaan memiliki staf-staf yang kompeten full .

Trello – Aplikasi Cloud untuk Perangkat Kolaborasi Online dengan Pendekatan Board – Card

Pekerjaan menunggu di bandara , pekerjaan yang cukup membosankan . Kecuali sambil menuliskan pengalaman-pengalaman menarik menggunakan aplikasi cloud. Saat ini yang akan dibahas adalah trello.com . Dengan membaca artikel ini , sedikitnya kita dapat mengetahui salah satu tool yang bisa kita gunakan untuk mengorganisasikan tugas/project atau daftar tugas menjadi papan dan kartu (board and card)

trello

Trello.com Tool Cloud untuk Kolaborasi Online

Akses ke aplikasi clouds ini situs ini adalah url : http://trello.com . Untuk bisa menggunakan aplikasi , kita bisa login dengan facebook, google, twitter tanpa perlu registrasi. Secara otomatis akun kemudian dapat digunakan mengakses ke aplikasi ini.

User kemudian dapat membagi-bagi pekerjaan kita berdasarkan organisasi. Misalkan organisasi client , organisasi stakeholder, organisasi personal dan lain sebagainya. Selanjutnya , pada masing-masing organisasi tersebut kita bisa membuatkan papan atau board layanan yang terdiri dari tahapan – tahapan atau fungsi-fungsi dalam wujud kartu atau card. Secara ringkas, trello.com akan saya jelaskan sebagai berikut.

Satuan terkecil dari aplikasi cloud ini adalah ‘card’ atau kartu. Pada kartu ini kita bisa menambah : ‘member’, ‘label’ , ‘checklist’ , ‘due date’, ‘attachment’. Card atau kartu ini bisa kita lakukan aksi : ‘Move’, ‘Copy’, ‘Subscribe’, ‘Archive’.

Kartu atau ‘card’ ini bisa kita kumpulkan menjadi ‘list’ kartu . List ini merupakan wadah untuk menampung kartu-kartu. ‘List’ tersebut dikumpulkan menjadi ‘Board’ atau papan. Papan tersebut dapat kita aturkan privilege-nya , yaitu apakah bisa dibagikan kepada publik ataupun di-setting pribadi (private).

Kumpulan papan atau ‘Board’ yang kita buatkan membentuk ‘Organization’. pada organisasi, kita bisa setting atau tambahkan fitur : ‘visibility’ , ‘Member’, dan ‘Board’ . Selain itu, kita bisa atur ‘Logo’ dari masing-masing board ini .

Secara umum, bagi rekan-rekan yang terbiasa menggunakan papan tulis untuk membuat peta besar, kemudian menambahkan kartu / sticky notes pada papan tersebut yang memuat daftar tugas/pekerjaan baik yang akan, sedang, atau yang sudah selesai dikerjakan ditambah membuat peta hubungan list pekerjaan dengan orang yang mengerjakanannya, maka aplikasi trello ini bisa dijadikan sebagai padanan virtual/clouds-nya.

Penanggulangan Error DB corrupt pada LMS Moodle

error 1

Sistem elearning kami berbasis Moodle 2.43 . Karena persoalan listrik mengakibatkan terjadi error pada database LMS tersebut. Error disebabkan oleh tabel yang rusak (corrupted) . Akibat dari error adalah pada saat user mengakses ke sistem elearning , akan tampil notifikasi : ‘Can not find data in database table course_module’ .

Langkah penanggulangan untuk persoalan yang dihadapi ini , salah satunya adalah dengan memeriksa course yang terkena dampak kerusakan tabel database. Tapi langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan ‘upgrade’ aplikasi moodle.

Setelah proses upgrade lms moodle . Persoalan yang dihadapi kemudian bisa terpecahkan.

Referensi :

  1. https://tracker.moodle.org/browse/MDL-38116
  2. http://ttcshelbyville.wordpress.com/2013/04/29/cannot-find-data-record-in-database-table-course_modules/

Skillful dan Kompeten

Keseharian saya selalu berhubungan dengan pengembangan solusi-solusi teknologi untuk kebutuhan user. Dalam pengembangan yang kami lakukan selalu berkaitan dengan pencarian talent , sumber daya manusia yang direkrut untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan untuk membangun solusi tersebut. Tentu saja orang yang direkrut adalah orang yang skillful dan kompeten.

Bagaimana gambaran orang skillful dan kompeten itu? Terkadang yang kami lakukan adalah menggunakan indera keenam atau ketujuh. Dari wawancara dan portofolio , mendengar juga kata orang, atau tulisan-tulisan yang yang bersangkutan di blog atau fesbuk-nya. Akhirnya diputuskanlah orang itu skillful dan kompeten. Padahal cara ini bukanlah cara yang baik . Karena pada kenyataannya , masih butuh para empu senior untuk turun membina sdm tersebut dalam pengerjaan tugas-tugas tadi .

Skillful dan kompeten itu terus apa? Kemudian bagaimana cara mengukurnya? Satu saat saya buka fesbuk , kemudian mendapat hasil share dari teman, isinya adalah video youtube kolaborasi antara Tohpati dan Dewa Bujana memainkan gitar  lagu ‘Dan’ So7 (sheilla on seven) . Dalam hati , saya bilang ‘this is it’ . Keduanya adalah master gitur , skillful dan kompeten bermain gitar. Dalam arti bahwa , memainkan gitar itu sudah jadi bagian skill hidupnya (lifeskill) . Dan dunia pun mengakui demikian . Mereka akan mengatakan “Kalau mau lihat master guitar, lihat Tohpati dan Dewa Bujana!” Pasti pun orang tidak akan menyangkal .

Selain musisi gitar, skill dan kompetensi ini pun ada banyak jenisnya. Yang perlu kita lakukan adalah memilih salah satu jenis tersebut , kemudian menjadi ‘mastery’ .

Pembelajaran Jarak Jauh Sejak Kapan ?

Training atau pendidikan jarak jauh via online atau korespondensi yang saat ini sedang naik daun merupakan kelanjutan dari yang sudah dimulai sejak tahun 1728 saat Caleb Phillip memulai jualan pelajaran singkat pada Boston Gazette. Di Amerika Serikat, beberapa sekolah seperti Chautauqua College of Liberal Arts of Newyork dan International Correspondence School memulai pembelajaran berbasis korespondensi dengan memanfaatkan jasa pos. Keduanya adalah model self-paced learning fase awal. Di Eropa sendiri , University of London merupakan institusi pertama yang menawarkan pembelajaran jarak jauh di tahun 1858 . Jadi belajar dimana saja dan kapan saja , bukanlah suatu hal yang baru .

Referensi Lebih Lanjut :
1. Boston Gazette Wikipedia
2. http://www.seniornet.org/edu/art/history.html
3. http://www.londoninternational.ac.uk/distance-flexible-learning

IE-Tab for Chrome, Tool canggih membuka web IE-based di Chrome

Mengakses web dengan chrome untuk situs yang dibuat dengan teknologi microsoft seringkali tidak bisa menampilkan beberapa komponen/item yang ada di sana. Pengguna chrome akhirnya pindah sementara ke browser IE semata-mata krn harus mengunjungi situs tersebut. 

Pada saat kami dahulu membuat konten eLearning , authoring tool yang kami gunakan adalah Microsoft Producer . Konten yang dihasilkan hanya dapat dibuka pada browser IE . itu pun browser IE yang digunakan tidak boleh lebih dari IE 8. 

Konten yang sama kemudian saat ini harus di-reproduce untuk pemutakhiran konten. Untuk membukanya membutuhkan browser IE. Cara yang dilakukan adalah menggunakan ekstensi chrome IE-Tab. 

Instalasi

Untuk instalasi IE Tab ini , cukup kunjungi chrome webstore kemudian search kata kunci IE tab . Atau dapat langsung mengakses ke url ekstension IE-Tab . Install ekstension tersebut

Penggunaan

Menggunakan tool ini cukup mudah , cukup ketik url website yang ingin dikunjungi , kemudian pada bagian kanan atas ada tombol IE-tab . Klik tombol tersebut maka akan tampil website dengan fungsi-fungsi Internet explorer (IE). 

Anda pun tidak perlu berpindah dari browser chrome ke IE untuk membuka website tersebut. Cukup mudah , bukan?

Mempersiapkan Konten Online

Konten elearning adalah bahan materi ajar yang bisa digunakan oleh peserta didik kita untuk menambah atau meningkatkan pengetahuannya , dapat diakses kapan saja 24/7, dari mana saja. 

Konten elearning untuk bisa dipublikasikan online a.k.a menjadi konten elearning yang benar-benar bisa digunakan oleh user memerlukan persiapan dalam proses mempublikasikannya. ada tiga komponen utama yang perlu kita perhatikan untuk kebutuhan tersebut yaitu accessabiity, copyright , dan tool.

Kemudahan diakses (accessability)

Akses terhadap konten bisa dilakukan oleh siswa dengan jalan mendownload konten atau membacanya via browser. Saat siswa bisa mendownload konten ,  maka  itu yang akan dilakukannya. Saat file berhasil didownload, tidak ada jaminan siswa tersebut akan membacanya. 

Pada saat guru menyediakan bahan ajar yang hanya bisa dibaca online melalui browser, maka siswa akan diajak untuk mengejar materi pembelajaran, membacanya, dan bisa diarahkan supaya menyelesaikan persoalan yang diberikan oleh guru . Dengan demikian akan terjadi interaksi siswa dengan bahan ajar tersebut. 

Format yang bisa dipilih untuk salah satu dari opsi diatas adalah pdf, ppt, atau format html /web

Hak cipta sebagian atau seluruh bahan (copyright)

Konten elearning adalah konten yang akan dibaca oleh orang banyak. Pada saat konten tersebut diakses baik dibaca secara langsung ataupun didownload oleh siswa, maka konten akan dilihat, kemudian dibagikan oleh siswa. Konten yang dibagikan ini tentu saja akan bernilai bagi pembacanya dan kemudian bisa digunakan kembali untuk kebutuhan dan tujuannya masing-masing. Untuk itu sangat penting untuk menetapkan hak cipta dari konten tersebut. 

Demikian juga pada saat ada komponen yang kita gunakan mengambil dari konten milik orang lain, maka sudah sewajarnya kita berikan apresiasi dengan menuliskansumbernya. Dengan demikian , maka konten hasil dari proses penyusunan konten benar-benar akan bisa dinikmati oleh siswa pengakses pembelajaran kita.

Perangkat atau software yang digunakan (tool)

Hal ketiga yang penting juga untuk kita perhatikan adalah perangkat atau software yang kita gunakan. Kaitannya ke penggunaan software tertentu yang kita butuhkan untuk produksi konten. Ada perangkat yang free, opensource, atau berbayar (proprietary). Untuk konten elearning kita perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan yang dituliskan oleh pengembang perangkat (software). Dengan demikian, maka hasil produksi kita dapat lebih bermanfaat (usable). 

Selain itu, perlu kita perhatikan juga ketersediaan perangkat yang nantinya harus disediakan oleh siswa pengakses pembelajaran kita. Jangan sampai konten yang kita publikasikan secara online membutuhkan software-software tertentu yang lisensinya cukup mahal. Misalnya saja gambar drawing yang membutuhkan software AutoCAD. 

Beberapa tipe konten akan memerlukan konversi untuk kemudahan user elearning memanfaatkannya. Artikel  berikut akan coba membahas mengenai trik konversi sehingga konten kita gampang untuk digunakan .