Windows 7, Google Wave, Microsoft IT Academy, KIB II

Posted Oktober 25, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

Bulan Oktober dah hampir lewat. Sekedar berbagi, di Bulan Oktober ini, ada banyak hal yang terjadi yang secara langsung atau tidak langsung cukup mempengaruhi terkait dengan tugas-tugas yang kukerjakan. Beberapa diantaranya adalah Windows 7, Google Wave, Microsoft IT Academy, KIBII.

Dimulai dengan awal minggu kemarin, kami mendapat kiriman Windows 7 DVD. Sehingga mulailah era 7-isasi di-office-ku. Kalau lihat background-nya, dah hampir 4-5 tahun lalu era XP-isasi. Setelah sekian lama, komputer kemudian menjadi rentan dengan beragam serangan virus, trojan dan sejenisnya. Ketika Vista di-luncurkan, setelah diamati ternyata kemampuan hardware tidak terlalu mendukung untuk melakukan program Vista-isasi. Namun dengan adanya Windows 7, sepertinya layak untuk diujicoba-kan untuk menggantikan OS std dari XP ke 7. Sebelum nantinya menemukan OS opensource yang layak untuk dipertimbangkan menggantikan Microsoft OS. Yup.. era 7 akan dimulai di ComLabs. All staff diminta untuk support menyiapkan proses migrasinya secara bertahap sehingga thn 2010, mudah-mudahan XP tinggal jadi kenangan.

Seiring dengan masuknya 7 ke office-ku. penasaran dengan program M-ITA (Microsoft IT Academy), kucoba eksplorasi full program dan proyeksinya kedepan. Lumayan, banyak hal yang bisa diperoleh untuk kemudian membuat rancangan blended learning untuk materi Microsoft. Beberapa tim, kucoba libatkan untuk mengakselerasi peluncuran program ini. Tentu saja dengan harapan bisa memberikan banyak benefit bagi segenap civitas akademika di ITB.

Ditambah lagi, hari ini, 25 Okt 09, email dari google wave masuk ke e-mailku. Dituliskannya, bhw akun google wave-ku dah aktif. Sudah sekitar 2 minggu lalu, aku coba registrasi untuk memperoleh akun tsb. Bukan apa-apa, beberapa hal perlu untuk saya eksplorasi dari aplikasi ini. Terutama fitur-fitur baru yang disediakannya. Mudah-mudahan saja tercetus ide untuk mengembangkan sistem yang di-support oleh google wave. Jadinya, mulai hari ini, mulailah daku mengeksplorasi google wave, satu bentuk social apps yang katanya akan menyaingi FB.

Mengenang sedikit kebelakang, KIB II dah dilantik. Hopefully, bisa membawa perubahan yang membawa kepada dinamika perbaikan bangsa. Saya sendiri cenderung agak pesimis, lihat rekam jejak sebelumnya serta kelambanan proses dalam menghadapi beberapa event yang terjadi akhir-akhir ini. Tapi kenapa tidak, kita tidak boleh berhenti untuk berharap… Good Luck all KIB II, wish you have good performance which the nation need!

IDLN Meeting – Mengelola Konten oleh Arief Bahtiar

Posted Oktober 11, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

Beberapa hari lalu saya sempat lihat di wired.com, “Google’s Abandoned Library of 700 million Titles”.

Konten di era internet sangat erat kaitannya dengan mensosialisasikan kontent tersebut menggunakan media internet. Untuk itu, perlu untuk ditelaah tren perkembangan lingkungan pengembangan konten tersebut yang meliputi : perangkat komputer untuk digitalisasi, infrastruktur network, internet dan aplikasi, serta organisasi

Mengelola konten di institusi pendidikan khususnya bisa diarahkan pada tujuan untuk mengembangkan konten yang ada diinstitusi menjadi sangat berharga untuk pribadi, institusi, nasional, serta bisa go internasional. Yaitu bagaimana satu konten atau lebih tersebut bisa dilihat, dicari, serta digunakan oleh banyak orang.

Berkaitan dengan tren preangkat, dewasa ini perkembangan perangkat akses dan perangkat digitalisasi demikian pesat. Selain server yang digunakan sebagai repository untuk penyimpanan konten, berkembang juga perangkat-perangkat aksesnya, yaitu PC, Laptop, Netbook, Mobile dan lainnya.

Disisi edukasi perangkat sendiri, saat ini di pendidikan dasar telah diajarkan menggunakan perangkat OLPC sebagai media untuk pembelajaran. Pengaruh dari pembelajaran dini tersebut memberikan dampak besar terhadap pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan oleh siswa, mahasiswa, dan umum.

Sedangkan komputer sendiri berevolusi menjadi bentuk yang dinamis. Konsep rancang bangun komputer berkembang menjadi seni tersendiri yang kadang-kadang para desainer menggambarkan konsep komputer yang unik dengan mengedepankan unsur estetika serta fungsional. Hasilnya kemudian diterjemahkan oleh para engineer menjadi bentuk komputer yang kemudian muncul di pasaran.

Proses Penciptaan Konten & Digitalisasi

Dengan adanya perangkat-perangkat yang saat ini terus tumbuh dan berkembang, proses penciptaan konten pun turut mengalami transformasi. Proses penciptaan karya menjadi sangat dimudahkan dengan adanya teknologi. Setiap hari pada saat beraktivitas, ada ragam kejadian yang kemudian kita rekam dengan menggunakan perangkat yang ada, kemudian kita olah dengan menggunakan perangkat komputer, hasilnya kita publikasikan di mediayang tersedia secara online. Hasil tersebut kemudian dapat dinikmati dan digunakan oleh banyak orang dari seluruh dunia.

Proses tersebut kemudian dipersingkat, dengan perangkat mobile yang terkoneksi 3G atau GPRS. Hasil rekaman dari kamera pada perangkat mobile kemudian secara langsung dapat dikirimkan ke situs-situs repositori. Hal tersebut menjadikan konten menjadi lebih ‘realtime’. Informasi kemudian dapat disisipkan berdasarkan paradigma dan latarbelakang masing-masing individu. Konsep What you see is what you get!, menjadi hal yang lumrah.

Valuasi Konten

Kemudian setelah konten tersebut terpublikasikan, apa yang perlu dilakukan? Valuasi konten. Salah satu cara yang mudah-mudah-susah adalah mensosialisasikan konten tersebut sehingga semakin banyak orang yang lihat. Sarana yang digunakan adalah media internet. Mengenai hal ini, diperlukan pembahasan khusus mengenai teknik search engine optimisation. Tapi yang pasti, media yang lengkap dengan konten-konten pastilah menjadi media yang paling dicari.

Persoalannya adalah bagaimana supaya media yang kita pegang menjadi lengkap dengan konten-konten. Caranya adalah mendedikasikan SDM yang secara khusus menata konten-konten yang ada. Orang tersebut harus ditugaskan oleh institusi untuk mengelola konten pada sistem disana.

Menarik untuk dicermati, kompas sebagai salah satu pemegang oplah koran nasional yang paling besar, sejak beberapa waktu lalu sangat memperhatikan versi kompas onlinenya. Bahkan kompas telah memiliki situs epaper.com yang merupakan digitalisasi koran kompas hariannya. Saat ini, keduanya baik kompas online dan juga epaper.kompas tersedia secara gratis. Tentu saja, apabila pandangan orang sempit, kompas tidak mungkin menyediakan epaper-nya karena hal tersebut akan mengurangi oplah kompas cetaknya.

Tapi ternyata tidak demikian, strategi bisnis kompas elektronik ini terus dijalankan. Karena ternyata dari sekian ratus juta warga Indonesia, tidak semua dapat dicapai oleh distribusi koran kompas cetak. Tapi mereka tetap dapat menikmati konten berita, iklan, dan lainnya dari kompas epaper dan kompas online. Tentu saja dengan cost produksi pencarian berita dan lainnya dari koran kompas tidak bertambah. Cost-nya barangkali hanya untuk menyediakan infrastruktur teknologi informasi saja.

Dari hal tersebut, digitalisasi konten sebenarnya bukanlah menjadi pesaing dari konten lainnya. Konten digital merupakan komplementer dari konten fisik. Bahkan konten digital bisa jadi satu daya ungkit konten fisik. Daya dukung konten digital yang kemudian dipublikasikan akan sangat berpengaruh pada tersosialisasikannya konten fisik.

Demikian pula halnya dengan jenis konten citra, gambar, serta audio visual. Pada saat ini konten tersebut yang didigitalisasi bisa menjadi leverage bagi personal, institusi, bahkan nasional yang kemudian bisa go internasional.

Organisasi

Kaitannya dengan organisasi, hasil karya organisasi kemudian dapat dipublikasikan dalam bentuk konten-konten organisasi. Dengan karya tersebut, ditambah dengan valuasi konten yang ada diharapkan menjadi satu bentuk sumbangsih organisasi yang kemudian dapat diapresiasi oleh khalayak. Dengan apresiasi tersebut, kelak satu saat nanti peluang dan harapan mendapatkan revenue dari konten yang dipublikasikan bisa terpenuhi. Dengan revenue tersebut roda organisasi bisa semakin cepat berputar.

Tantangan Digital Peservartion

Akhirnya tiba pada tantangan yang dihadapi oleh IDLN, yaitu menggunakan dan mengombinasikan segenap kebijakan, strategi, dan tindakan untuk menjamin akses terhadap konten-konten digital yang dipublikasikan setiap saat.

Tentu saja hal tersebut harus didasarkan pada rasa yang sama, pikiran, yang sama, dan perbuatan yang sama untuk bersama-sama memajukan konten digital di Indonesia.

Masih tentang SEO Blended Learning ITB

Posted September 29, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

Masih menjadi sorotan saya terkait dengan upaya ujicoba alias testing untuk SEO atau Search Engine Optimisation situs yang saat ini sedang saya pantau saat ini, Blended learning. Apabila berhasil, maka model tersebut akan diterapkan dalam lingkungan yang lebih luas.

Situs Blended Learning merupakan salah satu situs yang hit-nya diprediksi akan paling tinggi di lingkungan Institut Teknologi Bandung. Mahasiswa atau pun dosen akan selalu akses ke situs ini baik dari dalam kampus ataupun dari luar. Fungsi situs ini sebagai pintu gerbang ke perkuliahan blended di ITB, menjadi alasan tingginya akses ke situs ini.

Sebagai upaya meningkatkan visibilitas situs itb.ac.id, maka beberapa langkah SEO dilakukan. Setelah beberapa waktu masih diurutan yang tidak patut diperhitungkan, saat ini situs blended learning ITB mulai menunjukkan peningkatan yang lumayan signifikan. Dengan menggunakan mesin pencari googe, dengan kata kunci yang dituliskan : blended learning itb, maka situs ini akan muncul pertama. Padahal sebelumnya, malah tulisan dari blog yang muncul pertama kali. Demikian juga saat dituliskan : blended learning, urutan situs ini mulai merangkak naik sampai ke urutan 7 di google.

Besar harapan saya, situs ini bisa menjadi situs urutan pertama untuk kata kunci blended learning. Dan langkah-langkah yang dilakukan pun bisa dijadikan sebagai standar search engine optimisation untuk situs-situs lain di ITB.

blendedlearning itb 1

gambar 1 pencarian untuk kata kunci : blended learning

blendedlearning itb 2

gambar 2 pencarian dengan kata kunci : blended learning itb

Ied Mubarak

Posted September 22, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

eidmubarak

Greasemonkey, fleksibel mengubah web yang dikunjungi

Posted September 14, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

greasemonkey00001

greasemonkey00002

greasemonkey00004

greasemonkey00005

Greasemonkey adalah addons browser firefox yang memungkinkan user untuk menginstalkan script yang membuat situs bisa berubah warna. Addons ini beraksi pada saat halaman web loading. Perubahannya pada halaman web bisa bervariasi sesuai dengan kehendak penggunanya. Masing-masing user dimungkinkan untuk memiliki tampilan unik untuk setiap website yang dikunjunginya. Sebagai salah satu sampel, bagi orang yang bosan dengan tampilan facebook.Mulai saat ini, kita bisa mengubah tampilannya dengan memanfaatkan greasemonkey.

Song Bird – Opensource MP3 Player

Posted September 13, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

Songbird

Barangkali ada yang sama dengan saya. Banyak pengalaman yang menarik untuk disampaikan dan dibagi bersama, pada saat mengeksplorasi perangkat-perangkat yang tersedia di internet untuk dipakai.

Winamp sampai dengan saat ini adalah jawara aplikasi pemutar musik. Selain karena freeware, juga karena penggunaan resource komputernya yang relatif kecil membuat aplikasi ini ringan untuk menemani saat bekerja sambil mendengarkan musik.

Tapi tidak ada salahnya, untuk mencoba-coba aplikasi lain yang sejenis. Selain dapat memberikan nuansa baru pada desktop Anda, juga barangkali bisa menemukan fitur-fitur baru yang lebih menarik dan lebih bagus.

Namanya Songbird, aplikasi yang baru saja saya install. Aplikasi ini merupakan keluaran mozilla project. Selama ini sebagai pemutar musik, saya gunakan winamp. Tetapi kemudian saya ingin mencoba beralih ke aplikasi lainnya. Selain untuk menemukan feel yang baru, aplikasi baru ini juga diharapkan dapat dieksplorasi, untuk menemukan proses, requirement, untuk mendefinisikan aplikasi opensource yang akan banyak digunakan oleh orang-orang.

Songbird merupakan aplikasi yang ringan. Memori yang dipakai pada saat memutar musik pun relatif kecil. Dibandingkan dengan Winamp, besar memorinya relatif sama. Untuk kualitas suara, aplikasi ini tidak kalah dibandingkan Winamp. Hanya memang, untuk Equalizer, songbird tidak memiliki default standar. Tapi suara yang dikeluarkan sangat enak.

Selain itu, songbird juga merupakan browser komputer yang bisa dipakai untuk menjelajah internet, buka e-mail, social networking, dan lainnya.

Bagi setiap pengguna komputer yang senang didampingi oleh pemutar musik, songbird merupakan aplikasi yang layak untuk digunakan. Bahkan untuk menjadi primary music player di laptop atau pc desktop anda.

SEO Situs Blended Learning ITB

Posted September 9, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

Search Engine Optimisation (SEO) untuk suatu situs merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Selain bisa mengukur visibilitas dan aksesibilitas, SEO juga menjadi satu kunci supaya website tersebut bisa diukur dan diperingkatkan. Selain itu, visibilitas dan aksesibilitas juga merupakan faktor penting untuk melihat kinerja website yang kita kembangkan.

Telah hampir satu bulan, situs Blended Learning ITB dipublikasikan di internet. Situs tersebut merupakan komplementer perkuliahan yang ada di ITB. Jumlah usernya saat ini sudah mencapai 2600 user unik. Apabila setiap user mengakses blendedlearning saja setiap hari, berarti jumlah hit minimal situs tersebut adalah 2600. Apabila situs ini dijaga dengan baik, diharapkan bisa mengungkit peringkat webometrics ITB terutama untuk bagian visibilitas serta scholar-nya.

Salah satu langkah yang saya lakukan kemudian adalah menguji dengan menggunakan search engine yahoo! serta google. Pada saat minggu-inggu pertama, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Setiap kata kunci yang diketikkan di setiap search engine itu menampilkan list website yang bukan blended learning ITB. Tentu saja, hasil tersebut merangsang saya melakukan langkah-langkah perbaikan.

Perbaikan header html merupakan langkah awal yang dilakukan, meta name dilengkapi dan diperbaiki dengan menambahkan keyword yang mengacu pada situs tersebut. Selanjutnya adalah memeriksa web standar dengan menggunakan tool w3c xhtml/css standard. Pada bagian ini, banyak sekali komponen yang perlu diperbaiki. Langkah terakhir adalah dengan menyisipkan google analytics script di bagian footer website.

Pagi ini, sambil menunggu flight dari Bali ke Bandung, saya coba cek kembali visibilitas situs blended learning. Hasilnya, lumayan! Situs blendedlearning ITB mulai beranjak naik di pencarian google. Ada beberapa langkah lagi yang masih akan dilakukan untuk meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas website ini. Hasilnya akan segera dirilis di sini.

Gagal Menginstall Moodle di Plesk?

Posted Agustus 10, 2009 by ariefbb
Categories: E-Learning

Jika Anda mencoba untuk menginstal moodle di Plesk server (99% akan ada open_basedir enabled di php) dan Anda mendapatkan pesan kesalahan saat Anda menentukan apa yang Data Directory (The ‘Direktori Data’ yang Anda berikan tidak dapat ditemukan atau dibuat.) Anda harus menonaktifkan pembatasan open_basedir (jika Data Direktori moodledata dibuat satu langkah belakang httpdocs / httpdocs menyebabkan ia tidak akan bekerja).

Untuk memperbaikinya ikuti instruksi untuk plesk sbb.

Buat sebuah file vhost.conf di folder
/home/httpd/vhosts/domain.com/conf

Tuliskan isinya :
———————————
<Directory /home/httpd/vhosts/domain.com/httpdocs>

php_admin_value open_basedir none

</Directory>
———————————

Silakan untuk mencoba!

ATLAS – Orientasi Teknologi, Layanan dan Sistem Informasi di ITB

Posted Agustus 7, 2009 by ariefbb
Categories: My Business

Sekitar 4000 lebih mahasiswa telah diterima di Institut Teknologi Bandung. Semuanya akan memasuki babak kehidupan baru, selama kurang lebih 2 s.d 4 tahun beredar di ITB untuk menjalani proses menjadi mahasiswa. Hal yang sama aku alami kurang lebih sepuluh tahun lalu saat kami mulai menjalani prosesi penerimaan mahasiswa baru.

Keadaan jaman dulu sungguh berbeda. Pada saat itu, komputer dan internet belumlah seperti sekarang. Orientasi mahasiswa pun topiknya adalah penataran P4 yang lebih menekankan pada pemahaman terhadap pancasila sebagai basis norma yang perlu untuk dilakoni mahasiswa.

Di tahun 2009 ini, komputer dan internet sudah menjadi satu kebutuhan bahkan mendamping masing-masing mahasiswa dalam kehidupan kampusnya. Satu hal yang dulu belumlah terbayangkan, dimana saat ini, mahasiswa selalu menenteng laptop atau memasukkannya di dalam backpack yang mereka bawa kemana-mana. Padahal jaman dulu masing-masing biasanya membawa textbook sebagai bahan bacaannya.

Pemahaman mengenai kehidupan kampus yang serba menggunakan komputer dan internet ini perlu diperkenalkan kepada mahasiswa. Institusi bertanggung jawab untuk memberikan pengarahan, tata cara pengunaan, pemakaian layanan dan lainnya. Hal tersebut barangkali belumlah terbayangkan oleh sebagian besar institusi pendidikan di Indonesia.

Sejak tahun 2000, ComLabs a.k.a Labkomputer TPB sudah mulai menyelenggarakan orientasi TIK bagi mahasiswa baru di ITB. saya dan rekan-rekan lainnya melanjutkan tradisi tersebut dengan menjadi arsitek kegiatan workshop teknologi informasi dan komunikasi (WTIK).

Jumlah peserta yang sangat banyak, mencapai ribuan orang, jumlah perangkat yang terbatas (kelas, komputer, dan internet) menjadi constraint dari penyelenggaraan kegiatan tersebut. Belum lagi konten workshop yang harus dibuat dinamik untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi itu sendiri.

Pada tahun 2009 ini, WTIK atau workshop teknologi informasi dan komunikasi akan dijalankan dengan format yang agak berbeda. Namanya pun diganti menjadi orientAsi Teknologi, LAyanan, dan Sistem Informasi dan komunikasi ITB 2009 disingkat dengan ATLAS yang juga bisa bermakna ‘peta’. Dengan program ini, seluruh mahasiswa baru diharapkan dapat langsung berperan dan berkiprah menjadi mahasiswa yang paham posisi pemanfaatan teknologi untuk menunjang perkuliahannya. Acaranya sendiri dimulai pada tanggal 12 Agustus 2009 sampai awal September 2009.

Berkait dengan itu, gambaran umum materi kemudian disusun dengan roadmap-nya. Panitia pun kemudian dibentuk dari para mahasiswa yang tergabung dalam Asisten Comlabs. Panitia ini terdiri dari divisi materi, divisi acara, dan logistik.

Strategi penjadwalan peserta pun dibuat dengan sedikit berbeda. Jumlah peserta yang banyak tentu saja memerlukan penangan khusus sehingga materi bisa tersampaikan dengan baik. Terutama dari sisi adanya pendamping yang memudahkan bagi peserta dalam memahami apa saja materi yang disampaikan.

Bagi ComLabs sendiri, sebenarnya bukan merupakan hal yang baru menangani jumlah peserta yang banyak. Mengingat telah terbukti secara profesional bisa menangani kegiatan-kegiatan berskala nasional dan sekarang sedang menjajaki menyiapkan kegiatan-kegiatan regional. Namun untuk setiap kegiatan biasanya selalu ada tantangan tersendiri.

Mudah-mudahan model kegiatan ATLAS ini bisa menjadi pola percepatan pemahanan dan memberikan wawasan pemanfaatan TIK di kampus-kampus sehingga semua program penerapan TIK bisa sukses bermula dari lingkungan pendidikan.

Narayan : Ramayana & Mahabharata

Posted Juli 20, 2009 by ariefbb
Categories: Uncategorized

Tags: , , , ,

Sudah lama rasanya tidak melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan di waktu masih remaja dulu.

Teringat masa masih sekolah, setiap minggu malam sudah stay tune di salah satu radio AM. Mendengarkan acara yang paling digemari pada saat itu, mendengarkan siarang wayang golek. Walau cuma mendengarkan radio, tapi pada saat itu ceritanya lebih bisa dicerna. Barangkali sisi imajinasi seorang remaja pada masa itu lebih membutuhkan imajinasi dibandingkan visualisasi. Televisi yang mulai menyiarkan acara wayang golek pada saat itu, masih kalah menarik dibandingkan dengan mendengarkan suara dalangnya melalui RRI atau radio tape.

Kangen dengan masa itu, ketika jalan lewat Toko Buku Togamas kemudian saya mampir. Dan menemukan buku cerita epik Ramayana dan Mahabharata yang dituliskan oleh Narayan serta sudah diterjemahkan. Alhasil, epik tersebut berhasil dibawa pulang untuk dibaca.

Rasanya memang sudah lama sekali, saya bisa membaca buku yang bisa selesai dalam satu setengah malam. Novel yang menjadi koleksi istri saya pun jarang yang bisa saya selesaikan bacanya.

Nah buku yang ini agak beda. Motivasi saya untuk membaca dan menyelesaikan cerita-cerita yang ditulis dalam buku itu cukup besar untuk berusaha menamatkan jalan ceritanya dalam kurun waktu yang singkat. Alhasil setelah bolak-balik dan berbagai posisi dilakoni untuk membaca buku tersebut. Selesailah…

Dan, memang selesailah.

Banyak hal yang dulu menjadi bahan penasaran berkait dengan kisah pewayangan sudah terjawab. Pada jaman dulu, untuk anak seusia remaja barangkali berhasil menamatkan satu kisah pewayangan merupakan hal yang menakjubkan. Karena biasanya, setiap cerita berakhir dengan ketiduran. Atau ketika cerita diselesaikan dalang pun, bahasannya hanya menyangkut satu episode dari rangkaian episode.

Nah pada saat memegang buku itu, semua episode sudah terangkum semua. Bahkan mungkin bila harus nonton pagelaran wayang sekalipun, saat ini sudah bisa lebih paham. Tentu saja semenjak membaca buku epik tersebut.

Yup barangkali, ada rekan-rekan yang juga pada masa kecilnya pernah merasa penasaran dengan cerita wayang, ini saatnya menyisihkan sedikit uang untuk jalan ke toko buku mencari buku epik Ramayana & Mahabharata karyanya Walmiki yang ditulis kembali oleh Narayan.

Blogged with the Flock Browser