Skillful dan Kompeten

Keseharian saya selalu berhubungan dengan pengembangan solusi-solusi teknologi untuk kebutuhan user. Dalam pengembangan yang kami lakukan selalu berkaitan dengan pencarian talent , sumber daya manusia yang direkrut untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan untuk membangun solusi tersebut. Tentu saja orang yang direkrut adalah orang yang skillful dan kompeten.

Bagaimana gambaran orang skillful dan kompeten itu? Terkadang yang kami lakukan adalah menggunakan indera keenam atau ketujuh. Dari wawancara dan portofolio , mendengar juga kata orang, atau tulisan-tulisan yang yang bersangkutan di blog atau fesbuk-nya. Akhirnya diputuskanlah orang itu skillful dan kompeten. Padahal cara ini bukanlah cara yang baik . Karena pada kenyataannya , masih butuh para empu senior untuk turun membina sdm tersebut dalam pengerjaan tugas-tugas tadi .

Skillful dan kompeten itu terus apa? Kemudian bagaimana cara mengukurnya? Satu saat saya buka fesbuk , kemudian mendapat hasil share dari teman, isinya adalah video youtube kolaborasi antara Tohpati dan Dewa Bujana memainkan gitar  lagu ‘Dan’ So7 (sheilla on seven) . Dalam hati , saya bilang ‘this is it’ . Keduanya adalah master gitur , skillful dan kompeten bermain gitar. Dalam arti bahwa , memainkan gitar itu sudah jadi bagian skill hidupnya (lifeskill) . Dan dunia pun mengakui demikian . Mereka akan mengatakan “Kalau mau lihat master guitar, lihat Tohpati dan Dewa Bujana!” Pasti pun orang tidak akan menyangkal .

Selain musisi gitar, skill dan kompetensi ini pun ada banyak jenisnya. Yang perlu kita lakukan adalah memilih salah satu jenis tersebut , kemudian menjadi ‘mastery’ .

Pembelajaran Jarak Jauh Sejak Kapan ?

Training atau pendidikan jarak jauh via online atau korespondensi yang saat ini sedang naik daun merupakan kelanjutan dari yang sudah dimulai sejak tahun 1728 saat Caleb Phillip memulai jualan pelajaran singkat pada Boston Gazette. Di Amerika Serikat, beberapa sekolah seperti Chautauqua College of Liberal Arts of Newyork dan International Correspondence School memulai pembelajaran berbasis korespondensi dengan memanfaatkan jasa pos. Keduanya adalah model self-paced learning fase awal. Di Eropa sendiri , University of London merupakan institusi pertama yang menawarkan pembelajaran jarak jauh di tahun 1858 . Jadi belajar dimana saja dan kapan saja , bukanlah suatu hal yang baru .

Referensi Lebih Lanjut :
1. Boston Gazette Wikipedia
2. http://www.seniornet.org/edu/art/history.html
3. http://www.londoninternational.ac.uk/distance-flexible-learning

IE-Tab for Chrome, Tool canggih membuka web IE-based di Chrome

Mengakses web dengan chrome untuk situs yang dibuat dengan teknologi microsoft seringkali tidak bisa menampilkan beberapa komponen/item yang ada di sana. Pengguna chrome akhirnya pindah sementara ke browser IE semata-mata krn harus mengunjungi situs tersebut. 

Pada saat kami dahulu membuat konten eLearning , authoring tool yang kami gunakan adalah Microsoft Producer . Konten yang dihasilkan hanya dapat dibuka pada browser IE . itu pun browser IE yang digunakan tidak boleh lebih dari IE 8. 

Konten yang sama kemudian saat ini harus di-reproduce untuk pemutakhiran konten. Untuk membukanya membutuhkan browser IE. Cara yang dilakukan adalah menggunakan ekstensi chrome IE-Tab. 

Instalasi

Untuk instalasi IE Tab ini , cukup kunjungi chrome webstore kemudian search kata kunci IE tab . Atau dapat langsung mengakses ke url ekstension IE-Tab . Install ekstension tersebut

Penggunaan

Menggunakan tool ini cukup mudah , cukup ketik url website yang ingin dikunjungi , kemudian pada bagian kanan atas ada tombol IE-tab . Klik tombol tersebut maka akan tampil website dengan fungsi-fungsi Internet explorer (IE). 

Anda pun tidak perlu berpindah dari browser chrome ke IE untuk membuka website tersebut. Cukup mudah , bukan?

Mempersiapkan Konten Online

Konten elearning adalah bahan materi ajar yang bisa digunakan oleh peserta didik kita untuk menambah atau meningkatkan pengetahuannya , dapat diakses kapan saja 24/7, dari mana saja. 

Konten elearning untuk bisa dipublikasikan online a.k.a menjadi konten elearning yang benar-benar bisa digunakan oleh user memerlukan persiapan dalam proses mempublikasikannya. ada tiga komponen utama yang perlu kita perhatikan untuk kebutuhan tersebut yaitu accessabiity, copyright , dan tool.

Kemudahan diakses (accessability)

Akses terhadap konten bisa dilakukan oleh siswa dengan jalan mendownload konten atau membacanya via browser. Saat siswa bisa mendownload konten ,  maka  itu yang akan dilakukannya. Saat file berhasil didownload, tidak ada jaminan siswa tersebut akan membacanya. 

Pada saat guru menyediakan bahan ajar yang hanya bisa dibaca online melalui browser, maka siswa akan diajak untuk mengejar materi pembelajaran, membacanya, dan bisa diarahkan supaya menyelesaikan persoalan yang diberikan oleh guru . Dengan demikian akan terjadi interaksi siswa dengan bahan ajar tersebut. 

Format yang bisa dipilih untuk salah satu dari opsi diatas adalah pdf, ppt, atau format html /web

Hak cipta sebagian atau seluruh bahan (copyright)

Konten elearning adalah konten yang akan dibaca oleh orang banyak. Pada saat konten tersebut diakses baik dibaca secara langsung ataupun didownload oleh siswa, maka konten akan dilihat, kemudian dibagikan oleh siswa. Konten yang dibagikan ini tentu saja akan bernilai bagi pembacanya dan kemudian bisa digunakan kembali untuk kebutuhan dan tujuannya masing-masing. Untuk itu sangat penting untuk menetapkan hak cipta dari konten tersebut. 

Demikian juga pada saat ada komponen yang kita gunakan mengambil dari konten milik orang lain, maka sudah sewajarnya kita berikan apresiasi dengan menuliskansumbernya. Dengan demikian , maka konten hasil dari proses penyusunan konten benar-benar akan bisa dinikmati oleh siswa pengakses pembelajaran kita.

Perangkat atau software yang digunakan (tool)

Hal ketiga yang penting juga untuk kita perhatikan adalah perangkat atau software yang kita gunakan. Kaitannya ke penggunaan software tertentu yang kita butuhkan untuk produksi konten. Ada perangkat yang free, opensource, atau berbayar (proprietary). Untuk konten elearning kita perlu memperhatikan ketentuan-ketentuan yang dituliskan oleh pengembang perangkat (software). Dengan demikian, maka hasil produksi kita dapat lebih bermanfaat (usable). 

Selain itu, perlu kita perhatikan juga ketersediaan perangkat yang nantinya harus disediakan oleh siswa pengakses pembelajaran kita. Jangan sampai konten yang kita publikasikan secara online membutuhkan software-software tertentu yang lisensinya cukup mahal. Misalnya saja gambar drawing yang membutuhkan software AutoCAD. 

Beberapa tipe konten akan memerlukan konversi untuk kemudahan user elearning memanfaatkannya. Artikel  berikut akan coba membahas mengenai trik konversi sehingga konten kita gampang untuk digunakan .

Website untuk Eksistensi Lembaga di Dunia Maya

Pengembangan website perguruan tinggi harus kita lakukan untuk memperoleh manfaat yang seluas-luasnya dari interkoneksi web dan janga dilandasi karena kebutuhan pemeringkatan webmetric.  Karena peranan website sebagai media yang penting bagi institusi kita.

Pengembangan tersebut harus dimulai dari pertanyaan apakah institusi kita saat ini sudah memiliki peranan kunci pada domain atau bidang yang sudah ditetapkan. Pada saat peranan ini belum  terdefinisi maka akan sulit memposisikan institusi kita dan lebih sulit lagi untuk membuat website kita menjadi bagian penting bagi pemangku kepentingan. 

Perubahan dunia dewasa ini mengarah kepada konvergensi . Ketersediaan internet banyak membuat perguruan tinggi di luar negeri memikirkan konsep menyatukan keragaman-keragaman dan keunikan yang dimilikinya menjadi keunggulan kompetitif bersama. Pendidikan global saat ini sudah mulai diinisiasi dalam program seperti School on internet, opencourseware, connectASIA, canalAVIST, multiconference global dan lain sebagainya. 

Perubahan konsep di atas juga ditunjang dengan konvergensi teknologi yang kita gunakan. Konvergensi teknologi tersebut mencakup infrastruktur jaringan utama (core network) , software atau aplikasi yang digunakan, serta perangkat divais yang dipakai oleh user. 

Karakteristik stakeholder utama lembaga memiliki karakteristik : born digital, multitasking, ekspresif, narsis, synchronize, every time digital

Dengan perubahan-perubahan global dan ketersediaan perangkat dan teknologi, kembali bertanya , dapatkah masing-masing perguruan tinggi mengoptimalkan keduanya untuk dapat menjadi institusi berkelas dunia dengan sukses menjalankan misinya yang tercantum dalam tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. 

Positioning Institusi

Website adalah media teknologi untuk dapat menampilkan konten informasi secara cepat, skalabel, murah, dan tentu saja lebih variatif. Untuk merancang website dengan karakteristik demikian, maka langkah yang perlu kita rumuskan antara lain

  1. Mendeskripsikan target audiens / stakeholder
  2. Menentukan tujuan website
  3. Mendefinisikan peranan kunci serta karakteristik dan kriterianya
  4. Membangkitkan passion

Merupakan langkah awal yang penting waktu merancangkan website dimulai dengan menggambarkan secara rinci target audiens website beserta ciri-ciri dan perilaku masing-masing saat online. Kita kemudian dapat membuat kelompok-kelompok audiensi dengan keperluannya untuk dapat menyediakan informasi yang penting,tepat, dan akurat bagi mereka serta mengundang mereka untuk melakukan ‘aksi’ tertentu. 

Dengan stakeholder yang sudah kita definisikan, tujuan website bisa kita tentukan. Masing-masing tujuan menggambarkan kebutuhan serta ekspektasi user kita. Peranan kunci dengan kriteria-kriterianya kita munculkan juga . Sehingga website menjadi representatif lembaga yang dapat diakses setiap saat . Terakhir adalah membangkitkan passion untuk selalu menjaga website dengan memberinya konten yang selalu up-to-date. 

Peranan Website

Website adalah kumpulan ‘page’ yang dapat diakses dari browser. Ini yang membuat website disebut juga dengan web page. Halaman ini , lembar demi lembar, kemudian bisa kita isi dengan konten yang kita tuliskan atau uploadkan. Setelah usia tertentu, website akan memuat ragam informasi mengenai institusi atau lembaga kita mencakup data, informasi, arsip, media marketing (collateral), transaksi elektronik, media sosial dan fungsi-fungsi lainnya yang bisa kita definisikan. Website artinya adalah eksistensi institusi atau lembaga kita di dunia maya, dunia yang selalu terkoneksi.

eLearning sebagai Wujud Pemberdayaan ICT (information-communication-technology)

Berkaitan dengan ICT ,  ada tiga kata yang menyusunnya yaitu : information-communication-technology. Secara bebas , ketiganya dapat di artikan sebagai berikut. Information merupakan gambaran sesuatu yang bisa membuat menjadi terang benderang. Tadinya mau saya katakan pengetahuan. Tapi teringat bahwa informasi merupakan kumpulan data yang tersirat ataupun tersurat , sedangkan pengetahuan merupakan kumpulan informasi. Communication merupakan interaksi antara orang dengan orang, atau orang dengan kelompok orang. Technology adalah alat atau perangkat yang digunakan. Gabungan ketiga kata di atas membuat ICT bisa diartikan sebagai teknologi digunakan untuk mengkomunikasikan informasi. 

Penerapan ICT ini memerlukan perancangan dampak / outcome yang diharapkan. Tanpa perancangan dampak / outcome akan membuat penerapan teknologi ini menjadi pemborosan dan pembiayaan bagi personal atau secara institusional. Dengan menyusun poin-poin dampak atau outcome maka pemanfaatan ICT dapat mentransformasikan personal atau institusional menjadi bentuk baru yang lebih baik, eskalasi dan akselerasi lebih cepat, cakupan skala yang lebih besar, serta pembiayaan yang efektif . Memikirkan dampak pemanfaatan ICT ini perlu dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan menetapkan kriteria kinerja teknologi yang didefinisikan maka dapat dimonitor pemanfaatan teknologi, juga dapat dibuat rancangan pemberdayaannya untuk mendukung fungsi-fungsi yang ada baik personal maupun institusional. 

Teknologi hanya semata menjadi media / wadah. Dengan penggunaan yang tepat, teknologi dapat mendukung tercapainya visi dan misi baik individu maupun institusi dalam format sebagai tool transformasi, tool enabler, dan tool supporting . Level atau tingkatan pemanfaatan tersebut ditentukan dari perancangan tadi . Termasuk diantaranya adalah pemberdayaan eLearning sebagai wujud pemanfaatan teknologi dalam mentransformasi, meng-enable-kan, atau men-support fungsi-fungsi pendidikan dan pembelajaran. 

Perancangan yang baik haruslah memperhatikan kondisi eksisting, kondisi hasil(output dan outcome), serta hasil-hasil/kriteria antara yang diinginkan. Pada saat dilakukan evaluasi dan  muncul gap terhadap kriteria tersebut, maka bisa dilakukan iterasi atau pengulangan berupa re-design yang bisa meminimalkan gap tersebut. 

Mudah-mudahan kita adalah insan yang selalu merencanakan dan merancangkan dampak dari penggunaan teknologi yang sekarang kita manfaatkan untuk mentransformasikan diri kita atau institusi kita menjadi bentuk yang sesuai dengan pengharapan .

Slide Powerpoint untuk Membuat Konten E-learning

Why powerpoint

Saya suka dengan slide powerpoint karena dapat dengan mudah menampilkan poin-poin konten dan alir penyampaian konten yang disampaikan kepada mahasiswa. Demikian pula dengan para dosen yang mengampu mata kuliah. Banyak dosen yang saat ini menggunakan powerpoint untuk menampilkan konten pembelajaran kepada mahasiswa. 

Sayang , slide powerpoint tidak bisa untuk konten e-Learning. Salah satu alasannya adalah mahasiswa harus download file-nya untuk kemudian dibuka secara offline dengan menggunakan aplikasi office. Sekali ada mahasiswa yang sukses download, maka mahasiswa lainnya tidak butuh lagi untuk akses sistem online-nya. Karena yang bersangkutan cukup copy file tersebut dari dia. 

Untuk membuat konten e-learning, pengampu mata kuliah dapat mempergunakan slide presentasi (powerpoint) yang dimilikinya. Cara inilah yang kemudian bisa digunakan para pengampu mata pelajaran untuk mempublikasikan konten-nya pada aplkasi LMS dengan cara yang mudah . 

Powerpoint memiliki fitur menambahkan teks, gambar, audio, video, dan animasi . Selain itu , powerpoint juga sudah memiliki interaktivitas dan animasi yang menarik. Tentu saja, powerpoint memberikan kemudahan-kemudahan dalam menyediakan konten, dan gambaran alur/skenario penyampaian materi . Untuk dapat menjadi konten e-learning, slide konten dari powerpoint kemudian dikonversikan menjadi format flash atau scorm. 

Format Flash atau SCORM

Slide Powerpoint yang sudah dibuat oleh dosen , bisa diubah formatnya (convert) menjadi shockwave flash (swf) atau SCORM. Supaya konten yang dihasilkan dapat dijalankan stand alone, maka pilihan swf menjadi prioritas. Sedangkan apabila konten akan dipublikasian pada aplikasi learning management syatem (LMS) maka format SCORM adalah pilihan terbaik. 

Format SCORM adalah format standar konten pembelajaran. Sekali konten dibuat, maka file konten dapat dipublikasikan pada beragam aplikasi LMS yang comply dengan SCORM. Setiap user yang menggunakan SCORM kemudian dapat di-tracking serta ditampilkan hasil pembelajarannya dengan lebih mudah. Moodle dalam hal ini sudah menyediakan format aktivitas tersendiri untuk SCORM. 

ISpring Free

Software yang dapat digunakan untuk membuat konten atau mengubah format powerpoint menjadi swf atau SCORM ini disebut dengan authoring software. Software yang sering kami gunakan untuk authoring , salah satunya adalah ISPRING Free. Software tersebut diinstalkan , kemudian bisa diakses dari powerpoint , dari versi 2007 , 2010, 2013 . Software ISPRING Free dapat di download gratis dari situs-nya. 

Bandung, 28 Nov 2013 (ariefbb@gmail.com)