ariefbb | Smart Communities to Build

Catatan-catatan Arief Bahtiar

Moodle Antarmuka Depan, CLFront_150478 v1.0

Membaca artikel presentasi rekan di comlabs USDI-ITB , kang Asept Sofyan tsauri mengenai E-learning UX . membahas tentang 4 kategori website UX : Kesadaran , daya tarik, investasi, adopsi .  Kalau untuk bahasan lanjutnya, tunggu kang asep yang bahas saja. Hanya berkait dengan antarmuka e-learning, menurut saya tampilan e-learning harus representatif kemudian membuat pengunjungnya betah berlama-lama mengaksesnya.

Akhirnya setelah memikirkan sebentar-sebentar munculah ide untuk membangun antarmuka depan dengan maksud supaya aksesibilitas e-learning dapat lebih baik. Pertama yang dilakukan adalah dengan memisahkan antarmuka antara website serta learning management system (LMS)-nya. Antarmuka tersebut mengambil page html dari website yang dikehendaki. Setelah selesai, kemudian membuatkan akses ke database moodle melalui config.php-nya. Dengan akses tersebut, kita dapat memperoleh data yang tersimpan pada aplikasi LMS-nya.

Berikut beberapa snapshot modifikasi antarmuka depan untuk aplikasi LMS, CLFront_150478.

image 

Adapun untuk layer 2, untuk akses informasi mengenai beberapa hal yang ingin dipublikasi melalui halaman web. Tampilannya dibuat menampilkan menu-menu yang mudah untuk dapat diakses oleh penggunanya.

image

Adapun akses ke e-learningnya sendiri , diperoleh masing-masing user setelah masing-masing sukses login ke dalam sistem. Secara spesifik, setiap user hanya mengakses ke topik kursus e-learning yang diikutinya saja. Dengan format demikian, akan lebih menyederhanakan tampilan sehingga pengguna sistem akan lebih mudah mengakses ke bagian penting yang ingin diketahuinya.

 

image

 

Dengan menampilkan sistem e-learning sedemikian rupa diharapkan aksesibilitas dan visibilitas sistem bisa lebih optimal.

Empat Faktor Budaya Kerja yang Dibangun oleh Linkedin, Facebook, dan Google

Membaca sebuah artikel mengenai lingkungan kerja di Silicon Valley khususnya untuk perusahaan pengelola layanan social media internet terbesar yaitu Linkedin, Facebook, dan Google; ada 4 faktor utama budaya kerja yang dibangun di sana untuk para pegawai atau stafnya.

Merefleksikan keempat hal tersebut, kemudian menjadikannya sebagai perangkat budaya kerja yang perlu dibangun di perusahaan serta menyandingkannya dengan e-learning akan diperoleh suatu proses yang dapat menunjang perusahaan untuk bisa sustain, dan terus berkembang menjadi institusi yang mampu memberikan kontribusi dan nilai kepada masyarakat.

Secara ringkas faktor-faktor budaya kerja untuk membangun perusahaan sekelas linkedin, facebook, dan google :

1. Mereka Menghargai Inovasi

2. Mereka Memotivasi Kegagalan

3. Mereka Membuat Bekerja ‘fun’

4. Mereka Mempercayai Pegawai

Dengan karya-karya dan produk linkedin, facebook, dan google maka bisa dibayangkan pegawai-pegawai yang mereka miliki kualitasnya setinggi apa. Demikian pula budaya kerja bagaimana yang bisa mendukung sumber daya manusia tersebut bisa menghasilkan produk yang luar biasa. Sedikit saya paparkan di sini mengenai 4 hal yang menjadi budaya kerja di perusahaan tersebut,

1. Menghargai Inovasi

Semua perusahaan yang saya temui secara langsung atau tidak langsung menyatakan bahwa inovasi sangat penting. Tetapi banyak diantaranya yang bingung dengan proses untuk menciptakan, menelusuri, serta menindaklanjuti inovasi tersebut menjadi produk yang kemudian ‘valuable’. Perusahaan sekelas linkedin, google, dan facebook, di silicon valley ini bukan hanya sukses dalam menghargai inovasi tetap sudah sampai pada tingkatan menjadwalkan secara khusus SDM-nya untuk berinovasi.

Kuncinya adalah ada pada mengumpulkan pegawai, brainstorming ide-ide dan solusi baru, semuanya menyangkut cara atau pendekatan baru, proses kerja yang lebih baik, serta produk yang bisa menjadi bisnis baru. Filosofinya adalah nothing is off-limits.

Event tersebut dibuat menjadi populer dikalangan internal, dan semuanya terlibat. Tidak hanya bagian IT saja.

2. Memotivasi Kegagalan

Satu yang membuat inovasi dalam pekerjaan adalah menghilangkan rasa takut gagal. Tim campos, facebook CIO mengatakan : One of the things that is really powerful in an organization—what innovation effectly is—is a license to fail. When you’re willing to tolerate failure, people are willing to do things differently. If you’re not willing to tolerate failure, you have to do things in the tried-and-true way, which is not innovative.”  kemudian mari kita pikirkan apakah di perusahaan kita memiliki toleransi yang cukup luas terhadap kegagalan? Apakah semua pegawai dimotivasi untuk berpikir out of the box dan mencoba hal baru? ataukah sebaliknya?

3. Membuat Bekerja ‘fun’

Budaya kerja ketiga yang membuat perusahaan di silicon valey ini bisa terus berkembang adalah membuat bekerja menjadi sesuatu yang menyenangkan, menggairahkan. Kristin Burn menulis bahwa unsur ‘fun’ dalam bekerja akan menjadi daya luar biasa untuk mencapai produktivitas, kreativitas, kesenangan, serta akan meningkatkan retensi pegawai. Kristin burn : ‘fun’ in work environment can boost employee productivity, creativity and happiness, which leads to a longer retention of quality employees.

Kebijakan membuat bekerja menyenangkan ini perlu diwujudkan dengan membuat lingkungan yang mendukung hal tersebut terjadi.

4. Mempercayai Pegawai

Terakhir adalah kepercayaan penuh terhadap pegawainya. Hal tersebut bisa ditunjukkan dengan perusahaan menyediakan segenap kebutuhan bekerja yang lengkap. Facebook memiliki filosofi : Trust that because employees are happy at work, they will take only what they need. One way they keep honesty in check is by denoting. Salah yang barangkali bisa membangun kepercayaan kepada pegawai ini adalah dengan memberikan gambaran dampak pemanfaatan bahan-bahan yang digunakan terhadap biaya serta terhadap kesejahteraan. 

Untuk membangun empat budaya kerja di atas, langkah pertamanya adalah dengan menetapkan budaya kerja perusahaan secara utuh dan menyeluruh. Kemudian menyiapkan media untuk mensosialisasikannya kepada segenap pegawai. Media tersebut salah satunya bisa diwujudkan dengan mensetup suatu web pembelajaran dengan konten mengenai budaya kerja perusahaan. web tersebut selanjutnya disampaikan kepada segenap pegawai, serta untuk mengukur ketersampaian materi bisa dibuat evaluasi ringkas memanfaatkan fitur pada web pembelajaran tersebut.

 

(disadur secara bebas dari tulisan Kristin Burnham di CIO online)

Google Chrome 11 , bisa mengenal suara!

Umm.. sebagai google apps’ companion, chrome telah membuktikan sebagai satu produk browser yang sangat layak untuk dijadikan sebagai pilihan. Pagi ini, saat cek about di browsernya, ternyata sudah ter-update otomatis menjadi google chrome 11. Artinya versi terbaru google chrome telah dirilis. Kira-kira apa ya yang baru?

image

 

ganti logo

Pada saat cek pertama, ternyata logo chrome versi ini sudah berubah. entah apa maksud di balik logo baru ini, tetapi saya lihat warnanya menjadi lebih sederhana dan elegan.

image

 

speech input API

cek sana dan sini sedikit, fitur baru apa yang dimiliki oleh chrome browser terbaru ini, saya temukan new speech input API yang diimplementasikan pada chrome yang baru ini. Dengan menggunakan browser ini, sekarang kita bisa ‘menyuruh’ chrome untuk melakukan pencarian. Cukup teriak saja, maka secara otomatis chrome akan mencarikan keyword yang kita ucapkan. tentu saja, untuk perangkat tablet, fitur ini sungguh bermanfaat.

Saya proyeksikan ke depan, dengan fitur ini, maka kita bisa menerjemahkan pidato yang kita ucapkan menjadi format teks dengan beragam bahasa yang tersedia di google translator. Tentu saja ini akan merubah banyak hal! 

lebih cepat dengan GPU accelerator

Browser adalah salah satu aplikasi yang boros video memory. teks, gambar, video, animasi, dan semua kelap-kelip yang muncul di browser pastinya akan memakan memori video kita. chrome11 sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan GPU accelerator yang pastinya bisa menghemat video memori serta bisa menampilkan komponen web dengan cepat. coba aja scroll halaman web dengan chrome. terasa lebih halus bukan?

coba embedded pdf readernya

Selain itu, baiknya kita coba buka dokumen dengan format PDF. secara otomatis, dokumen tersebut akan dirender menjadi halaman web yang sungguh ciamik.

dukungan html5

ada banyak lagi fitur yang disediakan oleh chrome ini. salah satunya adalah dukungan terhadap html5 dan css3. Tapi tetap saja beberapa javascript dan texteditor untuk chrome masih belum didukung. Mungkin untuk mencegah penyusup masuk ke komputer melalui javascript dantexteditor ini.

Overall dari skala lima bintang.. saya beri lima bintang dan dua jempol untuk tool besutan google ini.

CCleaner , Satu-klik untuk komputer kita cepat, bersih, dan rapi

PC, laptop atau desktop yang kita sehari-hari pakai adalah seperti pabrik yang terdiri dari banyak komponen mesin. Setiap mesin dalam pabrik digunakan, tercipta residu atau sampah sebagai sisa proses yang berlangsung. Setiap hari digunakan sampah pun menggunung.

Sampah atau residu tersebut kemudian tersimpan baik di memori ataupun di hardisk dalam bentuk file. Beberapa diantaranya memang digunakan kembali pada saat aplikasinya dipanggil atau kita gunakan. Namun sebagian yang lain menjadi sampah yang terus-menerus menggunung membuat berat mesin serta menghambat proses yang dijalankan. Salah satu software pembuat sampah adalah browser yang kita gunakan untuk berselancar di internet. Setiap kali kita akses satu halaman web, maka ada sekurang-kurangnya 100KB file yang kita simpan ke tembolok browser pada PC kita. (hitung kl sehari kita akses 1000 klik halaman web, mk akan ada 100MB file sampah tersisa di tembolok browser, kl tidak dihapus selama 365 hari?)

Dengan spesifikasi PC atau laptop yang sekarang banyak dipake, residu atau sampah aplikasi yang tersimpan tersebut tidak akan mengganggu kinerja PC atau laptopnya, hanya saja kalau kita dengarkan, kipas prosesor kita akan bekerja lebih berat, booting bisa lebih panjang, aplikasi yang dipanggil pun munculnya lebih lama. Ini disebabkan oleh jumlah file yang harus dibaca oleh komputer kita.

Operating system, biasanya sudah memiliki aturan baku untuk menangani sampah-sampah tersebut.  Itu kalau kita mengandalkan OS. Tapi dengan memilih freeware yang tepat, kita bisamengoptimisasi sistem komputer dengan menghapus file-file sampah tersebut. Salah satu tool yang sayapilih adalah CCleaner. Software besutan piriform ini adalah tool canggih yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan komputer.

image

Sebelum saya gunakan tool ini, saya cukup repot dalam masalah mengoptimisasi sistem. Beberapa utility pun sempat dicoba digunakan untuk membersihkan file-file sampah yang ada di komputer. Hasilnya, tidak cukup memuaskan. Ccleaner ini adalah software freeware, kemampuannya untuk menghapus file sampah juga teruji dengan sangat baik. Setiap hari hampir 500 MB file sampah yang sukses dihapus dari tembolok browser serta software-software lain, sekaligus menghapus memori dari data-data yang sudah tidak dibutuhkan.

Selain itu, utility ini memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk mengoptimisasi perangkat komputer berbasis windows OS, meliputi cleaner, registry optimizer, tools (uninstall, startup, system restore, drive wiper). setting-nya pun cukup user friendly. Kita bisa mengatur penjadwalan, include dan exclude pembersihan yang dilakukan, serta beberapa setting tambahan lainnya sehingga proses optimisasi berjalan lebih baik.

Satu hal penting yang dimiliki CCleaner adalah prosesnya bisa berjalan dengan sangat cepat. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pembersihan lebih optimal. Cukup jalankan CCleaner setiap hari, maka komputer kita pun selalu siap untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat sekalipun. Dengan tambahan Addons, maka kita bisa melengkapi tool ini dengan fitur-fitur lain yang lebih ampuh mengoptimisasi sistem komputer kita. Untuk kemudahan kita, tersedia CCleaner versi install dan versi portable. Bagi maintainer lab komputer dengan jumlah puluhan bahkan ratusan, maka tool ini sangat berguna. Just-one-click,  than system will be optimized.

Koobits 4.0, Perpustakaan Digital dalam PC Anda

Punya ebook yang banyak dan  jemu dengan pdf reader yang sekarang Anda gunakan? sama, saya juga demikian. Ebook merupakan terobosan baru dengan menghadirikan buku-buku dalam format digital yang bisa kita baca dan kita nikmati. Tetapi saking banyaknya ebook yang berhasil kita kumpulkan, tetap perlu menyediakan waktu untuk bisa membacanya. Membacanya dengan menggunakan pdf reader biasa? Ehm.. pasti bosannya.

Apalagi saat kita lihat ipad atau galaxy tab punya kawan kita, lihat tampilan book manager-nya, seperti aplikasi bookman atau ibooks, membuat kita iri. Apakah bisa ebook manager itu muncul di laptop atau desktop kita. Barangkali jika Anda punya pertanyaan yang sama, saya juga demikian.

Koobits perpustakaan digital

Koobits 4.0 akhirnya jadi jawabannya. Dalam sebuah artikel yang saya baca, saya menemukan aplikasi ini. Sebuah software berbasis adobe air untuk ebook management yang memiliki fitur mirip dengan aplikasi bookman untuk ipad. Setelah saya download, kemudian saya installkan. Pada saat instalasi, standar kebutuhannya adalah adobe air, maka perlu jg didownloadkan adobe air dari situsnya. Setelah lengkap, aplikasi pun melenggang dan bisa digunakan.

image

Selamat membaca deh, semoga buku-buku yang terkumpul bisa semakin bermanfaat. Salam digital!

Picasa3, PicasaWeb, FSResizer : Mega Solusi bagi Komunitas Fotografi Digital Mempublikasikan Karya-karyanya Online

Pengantar

Picasa3 adalah software pengolah foto yang sangat powerful baik untuk pemula ataupun tingkat mahir. Saya menggunakannya untuk kebutuhan pengelolaan foto digital library. Tulisan blog yg saya buat ini masih untuk para digital photographer yang semakin marak serta membutuhkan media repositori online.Dengan kamera-kamera yang banyak digunakan sekarang, membuat repo menjadi boros.

Kabar baiknya adalah google menyediakan unlimited repository untuk foto-foto ukurang kurang dari 800px. Bagi para narsis-wan dan narsis-wati pecinta fotografi, kabar tersebut akan terdengan cukup menggembirakan. Dengan tool fsresizer yang saya rekomendasikan, akan gampang jadinya membuat hasil jepretan mudah untuk dipublikasikan secara online.

Catatan saya malam ini masih akan membahas topik online repository untuk foto-foto digital. Dari pengalaman, saya yakin apa yang saya share ini bisa memudahkan pembaca dalam mengarsipkan dan mempublikasikan hasil karya fotografinya dgn memanfaatkan media online.

Berbeda dari bahasan sebelumnya (3F untuk seamless online foto publising), pada topik ini kita gunakan picasa3 untuk tool desktop, picasaweb sebagai repositori online-nya atau cloud storage-nya, serta fsresizer untuk media mengelola foto-foto yang dipublikasikan.

Prinsip yang saya yakini, gunakanlah teknologi untuk memudahkan kita sehingga kita dapat fokus mengerjakan yang benar-benar kita sukai.

Secara ringkas saya akan bahas tentang pengalaman dengan picasa3, kemudian setting picasaweb, fsresizer serta syncronizing antara file foto di desktop dengan picasaweb via picasa3. Dengan menggunakan tool tersebut, kita akan mudah untuk menyimpan, mempublikasikan secara online foto-foto karya kita, sekaligus dapat membagikannya menggunakan media facebook.

PicasaWeb Album (picasaweb.google.com)

Bagi pengguna gmail atau googleapps, setelah login pada bagian menu atas ada menu teks tertulis [Photos], kl di klik maka di-forward-kan ke alamat picasaweb.google.com. Setiap user gmail memiliki repositori maksimum 1 GB untuk dapat diisi dengan foto-foto yang kita miliki. Selain itu, dengan mengakses halaman profil di google, foto-foto tersebut juga bisa kita munculkan. Sehingga portofolio online yang kita publikasikan akan tampak lebih cantik.

Untuk yang belum memiliki akun gmail, silakan akses bagian [sign up]. Registrasi cukup ringkas dan sederhana.

Nah, dengan mengakses bagian [Photos] tersebut, sebenarnya setiap user sudah dapat mengupload-kan serta mempublikasikan foto-fotonya. Tapi, pasti jumlah foto yang terpublikasikan tidak akan banyak. Karena terbatasnya kapasitas uploader situsnya, juga langkah-langkahnya cukup panjang.

Maka di sini, saya rekomendasikan untuk menggunakan software free dari google picasa3 yang diinstall di desktop, berfungsi sebagai foto file manager, sekaligus sarana untuk sinkronisasi dengan picasaweb online. menarik bukan.

 image

Picasa3 (picasa.google.com)

Software picasa3 adalah software digital library untuk fotografi yang memiliki fitur lengkap dengan banyak keunggulan. Sekali install di desktop, banyak sekali kemudahan yang bisa diberikan oleh aplikasi ini untuk mengelola file-file foto dan mengolah foto digital sehingga tampak lebih baik dan lebih indah untuk dipublikasikan.

Fitur yang menarik bagi saya dalam menggunakan picasa3 ini adalah seamless integration dengan picasaweb serta blogspot. Tambahannya lagi, setelah searching sana sini, saya menemukan banyak fitur yang benar-benar menjawab kebutuhan saya dalam mempublikasikan arsip foto-foto digital.

image

 

FS Resizer

FS Resizer adalah tool yg bisa digunakan untuk multi-renamer, menyesuaikan ukuran foto, kompressi, ubah format dan lainnya. FS Resizer benar-benar memudahkan mengolah foto dengan jumlah yang sangat banyak sampai foto tersebut siap untuk diuploadkan dan dipublikasikan. Tulisan mengenai ini sudah dibahas di topik sebelumnya.

Picasa Quick Viewer

Bagi pengguna google chrome, ada beberapa extension yang bisa digunakan untuk memudahkan kita mengakses picasaweb. Salah satu extension yang saya gunakan adalah Picasa Quick Viewer. Untuk installnya dapat mengakses alamat url .

https://chrome.google.com/extensions/detail/aofblhfodgoljjnhjiocpflamdoodngd 

Livewriter Picasa

Livewriter merupakan tool yang memudahkan dalam mempublikasikan tulisan melalui blogs. Picasa memiliki plugins supaya memudahkan user menyisipkan foto-foto yang diarsipkan di picasaweb untuk bisa dilampirkan dan dituliskan di blog menggunakan utility livewriter. Url untuk bisa menggunakan livewriter dengan plugins Picasa ini dapat diakses di url sebagai berikut

http://livewriterpicasa.codeplex.com/

AddtoPicasa

Pengguna mozilla firefox dapat menyalin foto atau gambar pada halaman web yang dikunjunginya ke desktop dan bisa langsung dikelola berdasarkan kategori yang kita tentukan dengan menggunakan firefox extension. Akses ke url extension berikut untuk menambahkannya ke firefox yang kita gunakan.

https://addons.mozilla.org/af/firefox/addon/addtopicasa/

Picasa3 dan Facebook : Picasa Uploader for Facebook

Sempat terpikirkan juga, bagaimana foto yang saya simpan di software picasa di desktop bisa dipublikasikan ke facebook. Ternyata saya menemukan facebook aplikasi yang sudah bisa mengintegrasikan picasa desktop dengan facebook. Silakan akses url ini untuk memposting foto ke facebook dengan mudah dari picasa desktop. Selain itu, foto yang sudah terpublikasikan online pun bisa di-share melalui e-mail, melalui twitter, dan tentu saja di facebook.

http://apps.facebook.com/picasauploader/

 

Penutup

Demikian, ada sekian kemudahan yang ditawarkan dengan utiliti gratis sehingga karya yang dibuat bisa dinikmati oleh para netter di seluruh dunia.

IT Green Campus – Kampus Hijau berbasis IT

Tadi pagi ada acara di Comlabs, mulai pukul 08:30,  seminar mengenai IT Green Campus. Mungkin acaranya terinspirasi konsep go green yg saat ini diusung terutama berkaitan dengan sustainable energy atau juga penghematan yang perlu untuk digiatkan terutama oleh kalangan sivitas kampus.

Bagi Comlabs sendiri, jargon go green sudah bukan hanya istilah, tetap menjadi visi yang harus segera diimplementasikan. Hal tersebut sudah diterapkan jauh-jauh hari. Mulai dengan mengganti secara bertahap monitor CRT (cathode ray tube) yang boros listrik dengan monitor LCD. Selain mengganti juga, comlabs juga turut mengkampanyekan penggantian CRT ini. lebih dari 75% monitor CRT telah bisa digantikan.

Selain itu, optimisasi server-server juga diterapkan dengan jalan melakukan virtualisasi terhadap sistem-sistem yang dijalankan. Dari 20 buah server yang dulu digunakan saat ini sudah berkurang 50%-nya. Dengan daya komputer yang powernya sangat besar, konsep virtualisasi ini tentu saja akan mengurangi penggunaan daya listrik. Saat ini dan kedepannya, konsep virtualisasi berbasis KVM akan terus dikembangkan dan diteliti. Supaya cukup 1 atau 2 buah server saja lah yg sanggup untuk mengoperasikan beragam sistem yang dibutuhkan.

Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terhadap koneksitas, serta mengurangi ketergantungan terhadap akses PC di Akses Publik, sejak awal tahun 2011, tim infrastruktur ITB serta admin Comlabs berjibaku membangun wifi area dengan kapasitas concurrent user 200 koneksi di lingkungan gedung comlabs serta disekitar oktagon dan TVST. Dengan ketersediaan akses point wireless ini diharapkan, penggunaan laptop, netbook, dan gadget lainnya bisa lebih optimal. Sehingga jumlah PC yang digunakan untuk akses bisa berkurang.

Program go green tersebut kemudian dikembangkan lanjut pada aktivitas akademik Praktikum Pengantar Teknologi Informasi. Saat ini dengan memadukan konsep e-learning, Praktikum PTI telah sukses menyelenggarakan kegiatan praktikum komputer secara digital. Modul dan bahan praktikum semuanya disediakan secara online melalui sistem e-learning. Mahasiswa pun mengerjakan dan mengumpulkan tugas-tugas praktikum menggunakan media file yang diuploadkan ke sistem LMS secara online. Penghematan biaya operasional untuk cetak modul serta penggunaan kertas dapat dikurang sampai 75%. Ini menjadi model dari konsep go green yang diusung di Institut Teknologi Bandung.

Demikian pula dengan lampu penerangan di sekitar gedung comlabs, gedung PLN, oktagon dan TVST semuanya menggunakan lampu sel surya. Sehingga benar-benar mengurangi emisi serta penggunaan energi listrik.

Kurang lebihnya, memang masih banyak yang masih perlu untuk dibenahi. Tetapi langkah-langkah yang dituliskan diatas adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta perlunya untuk menghemat energi dan bahan bakar yang digunakan.  Semoga saja dengan semakin banyak dan optimalnya pemanfaatan IT di kampus ini bisa menjadi bentuk nyata penerapan pembangunan yang semakin ramah lingkungan.

Penerapan ICT di Kampus

kalau ini, sebenarnya tulisan ringan saja mengingat dalam kurun waktu seminggu terakhir ini ada banyak rekan-rekan provider yang menyelenggarakan event dan memberikan pencerahan mengenai ICT di lingkungan kampus.

Berkaitan dengan penerapan ICT ini, saya melihat perlu adanya analisis stakeholder pengguna. Saya sebut di sini, stakeholdernya adalah institusi, unit-unitnya, dosen, dan mahasiswanya,  pemerintah, serta masyarakat. Masing-masing pengguna ini memiliki definitif peran dan kebutuhan yang kemudian bisa kita buatkan petanya.

Barang kebutuhan teknologi informasi dapat dikategorisasi sebagai berikut :

  1. software dan 
  2. hardware.

Saya kemudian bagi menjadi

  1. Infrastruktur
  2. Sistem dan Aplikasi
  3. Helpdesk bidang IT

Dari sana kemudian bisa dipetakan ke kebutuhan sumber daya pada institusi tersebut meliputi core business institusi pendidikan:

  1. Pendidikan
  2. Penelitian
  3. Pengabdian Masyarakat/Pengembangan Komunitas

Ditambah dengan sumber daya pendukung

  1. Human Resource
  2. Facilities
  3. Finance

Dilengkapi dengan

  1. Procurement
  2. Asset

Diintegrasikan dalam suatu proses

  1. Perencanaan

Peranan teknologi informasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi:

  1. Transformation Tool
  2. Enabler
  3. Supporting media

Di sini perlu dibuatkan suatu kesepakatan positioning teknologi tersebut, sehingga dampak penerapan TIK ini bisa maksimal. Apabila tidak, maka TIK hanya akan menjadi pajangan, hiasan, yang kadang malah menjadi beban. Tetapi sebaliknya apabila positioning TIK tepat, maka institusi akan memiliki kesempatan untuk scale up, meningkatkan jangkauan pengaruhnya secara global.

Perlu ditekankan disini mengenai pendefinisian TIK sebagai alat atau sebagai tujuan. Sepengetahuan saya, TIK adalah alat atau kendaraan. Dalam hal ini, institusi seharusnya memiliki tujuan yang benar-benar definitif untuk penerapan TIK ini di kampusnya. Untuk itu, perlu untuk benar-benar dikaji dan dianalisa dampak yang ingin dicapai dengan tool ini, serta alokasi anggaran yang bisa disiapkan sehingga teknologi ini bisa tepat guna dan tepat sasaran.

Seesmic Desktop 2, Cantik untuk Tweeps Pecinta Sosial Network

image

Ehm, gara-gara @fathahnoor niy, jadinya turut mencoba aplikasi seesmic versi desktop. menjajal versi onlinenya, versi ipad-nya, versi androidnya, semuanya sudah dilakukan. Dan betul, pada saat mencoba versi desktop-nya, langsung ternganga… keren abis. Memenuhi kebutuhan untuk integrasi semua jenis sosial network, mulai dari twitter, facebook, linkedin, tumblr, wordpress, dan apa lagi coba sebutkan!

Aplikasi di atas dapat diinstall dengan langsung akses ke situs seesmic-nya. Tapi sebelumnya install dulu silverlight-nya kemudian ikuti langkah-langkah install. Pada saat selesai, biarkan aplikasinya mengupdate beberapa konfigurasi dan fitur-fitur tertentu. Setelah itu tambahkan akun-akun yang dibutuhkan. Terus jrengg! kita pun dapat seamless mengikuti perkembangan timeline untuk twitter dan akun-akun lainnya.

Cukup Snapshot ini untuk Buat Anda Beralih ke Chrome Browser!

Dashboard Chrome Browser

Gambar snapshot di atas adalah gambar chrome browser yang sudah dipermak dengan bantuan extension di chrome web store. Hasilnya sungguh luar biasa. Bahkan note yang kita tulis pada sticky notes di atas bisa langsung synch dengan google calendar. Bisa juga dikirimkan via e-mail dengan gmail.

Sambil menunggu chrome OS dirilis bersama laptop/netbook Asus, marilah ke mencicipi sebagian fiturnya di chrome browser ini. Dijamin pasti ketagihan deh!

Have fun!

Post Navigation

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.